Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Meninjau Pidana Mati di Indonesia Melalui Lensa Pancasila Silviana, Nengsih; Sefriana, Frensy; Krenia, Ruth; Simanjuntak, Kristin; Sihaloho, Mariana; Demanty, May
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v2i1.5834

Abstract

Pidana mati merupakan bentuk hukuman tertinggi yang diberlakukan di banyak negara, termasuk Indonesia. Meski demikian, kebijakan ini terus menjadi bahan perdebatan karena dinilai bertentangan dengan hak hidup serta nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi landasan dalam Pancasila. Perbincangan mengenai penerapan pidana mati semakin kompleks karena melibatkan berbagai sudut pandang, baik dari aspek hukum, sosial, maupun filsafat, yang menjadi dasar dalam perumusan kebijakan. Penelitian ini berupaya menganalisis hukuman mati dalam konteks Pancasila dengan mengkaji aspek filosofis, yuridis, dan sosial, baik dari pihak yang mendukung maupun yang menolak kebijakan tersebut. Studi ini dilakukan dengan metode penelitian kepustakaan menggunakan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan adanya kontradiksi antara penerapan hukuman mati dengan sila kedua Pancasila yang menegaskan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Namun, di sisi lain, pidana mati kerap dipandang sejalan dengan sila kelima yang mengutamakan keadilan sosial bagi masyarakat dan korban. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang lebih komprehensif untuk mencari alternatif hukuman yang lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga sistem hukum pidana di Indonesia tetap dapat menegakkan keadilan tanpa mengesampingkan prinsip kemanusiaan.
Paparan Asap Rokok terhadap Sindrom Mata Kering Pada Mahasiswa UPN “Veteran” Jakarta Simanjuntak, Kristin; Putri, Devi Handayani; Farah, Nurina Mutia
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 4 No. 1 (2020): Enhancing the quality of health and environment to reach the "Global Sustainabl
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v4i1.133

Abstract

Asap rokok menghasilkan radikal bebas yang menginduksi stres oksidatif sel sebagai penyebab penyakit. Paparan asap rokok yang terpapar secara terus menerus dalam tubuh berhubungan dengan kerusakan jaringan epitel mata akibat peroksidasi lipid, membentuk hiperosmolaritas air mata menjadi sindrom mata kering. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui paparan asap rokok terhadap sindrom mata kering pada mahasiswa UPN“Veteran” Jakarta. Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional, sampel mahasiswa UPN “Veteran” Jakarta sebanyak 70 mahasiswa, usia 18-24 tahun diambil secara stratified propotional random sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner OSDI, serta menilai kekeringan mata menggunakan uji Schirmer. Hasilnya, frekuensi mahasiswa UPN “Veteran” Jakarta yang merokok masih kategori derajat ringan 80 %, lama merokok 5 tahun dan derajat sedang 20 %, lama merokok 6 tahun, Uji Chi-Square menunjukkan bahwa paparan asap rokok dapat menimbulkan sindrom mata kering (p = 0,003)[L1] , Menghindari asap rokok dan faktor resiko lainnya dapat menurunkan sindrom mata kering, dan diperlukan vitamin A untuk memperbaiki mata kering. 
Meninjau Pidana Mati di Indonesia Melalui Lensa Pancasila Silviana, Nengsih; Sefriana, Frensy; Krenia, Ruth; Simanjuntak, Kristin; Sihaloho, Mariana; Demanty, May
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v2i1.5834

Abstract

Pidana mati merupakan bentuk hukuman tertinggi yang diberlakukan di banyak negara, termasuk Indonesia. Meski demikian, kebijakan ini terus menjadi bahan perdebatan karena dinilai bertentangan dengan hak hidup serta nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi landasan dalam Pancasila. Perbincangan mengenai penerapan pidana mati semakin kompleks karena melibatkan berbagai sudut pandang, baik dari aspek hukum, sosial, maupun filsafat, yang menjadi dasar dalam perumusan kebijakan. Penelitian ini berupaya menganalisis hukuman mati dalam konteks Pancasila dengan mengkaji aspek filosofis, yuridis, dan sosial, baik dari pihak yang mendukung maupun yang menolak kebijakan tersebut. Studi ini dilakukan dengan metode penelitian kepustakaan menggunakan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan adanya kontradiksi antara penerapan hukuman mati dengan sila kedua Pancasila yang menegaskan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Namun, di sisi lain, pidana mati kerap dipandang sejalan dengan sila kelima yang mengutamakan keadilan sosial bagi masyarakat dan korban. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang lebih komprehensif untuk mencari alternatif hukuman yang lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga sistem hukum pidana di Indonesia tetap dapat menegakkan keadilan tanpa mengesampingkan prinsip kemanusiaan.