Penelitian ini dengan judul: Penanganan Konflik Sosial Di Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yakni: 1) Untuk mengetahui penerapan pendekatan akomodasi lurah sebagai upaya penyelesaian konflik antar warga di Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. 2) Untuk mengetahui penerapan pendekatan kompromi lurah sebagai upaya penyelesaian konflik antar warga di Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Untuk membahas penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan adalah semua staf Kelurahan Dara, masyarakat yang pernah berkonflik, tokoh-tokoh masyarakat Kelurahan Dara, dan pengurus lembaga-lembaga masyarakat di Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan purposive sampling atau pengambilan informan sengaja, dengan jumlah 14 orang. Kemudian teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: pertama, berdasarkan penerapan gaya akomodasi lurah dalam upaya menyelesaikan konflik di Kelurahan Dara Kota Bima, baik bersikap kerja sama, dapat menerima petunjuk orang lain atau mengikuti pandangan orang lain, membiarkan keinginan pihak lain menonjol, mempertahankan harmonisasi, maka hasilnya sangat berhasil. Kedua, berdasarkan penerapan gaya kompromi upaya menyelesaikan konflik di Kelurahan Dara Kota Bima, baik memisahkan perbedaan atau pernyataan: anda harus memberi sedikit untuk mendapatkan sedikit, bila kedua belah pihak kira-kira sama kuatnya dan sama-sama sangat tertarik kepada sasaran yang konflik, bila kedua belah pihak ingin mencapai penyelesaian sementara/paling praktis dalam keadaan mendesak, maupun bila kedua belah pihak ingin mendapatkan persetujuan yang paling praktis karena desakan waktu, maka hasilnya sangat berhasil. Adapun saran diajukan adalah walaupun berdasarkan penerapan gaya akomodasi dalam upaya menyelesaikan konflik rata-rata sangat berhasil, baik bersikap kerja sama, dapat menerima petunjuk orang lain atau mengikuti pandangan orang lain, membiarkan keinginan pihak lain menonjol, mempertahankan harmonisasi, maka disarankan tetap dipertahankan.
Copyrights © 2017