Revitalisasi : Jurnal Ilmu Manajemen
Vol 8 No 2 (2019): REVITALISASI : Jurnal Ilmu Manajemen

Analisis Perang Dagang Amerika Serikat dengan China terhadap Pertumbuhan Nilai Tukar Rupiah

Ilhamsyah Ilhamsyah (Magister Manajemen, Universitas Islam Kadiri)
Arisyahidin Arisyahidin (Magister Manajemen, Universitas Islam Kadiri)



Article Info

Publish Date
27 Feb 2020

Abstract

Indonesia memang memiliki beberapa komoditas ekspor unggulan ke AS. Beberapa komoditas yang berpeluang dapat memanfaat pasar AS dalam situasi perang dagang ini seperti komoditas mineral, furniture, pakaian dan alas kaki, besi dan baja, termasuk produk perikanan dan udang. Seberapa besar peluang itu bisa diambil tentunya ini sangat tergantung. Hal ini disebabkan, adanya potensi dimana tidak menutup kemungkinan AS pun akan menerapkan tarif tinggi untuk beberapa komoditas ekspor Indonesia ke AS, misalnya seperti: produk-produk yang saat ini masih dikenakan tarif 0% seperti Karet, udang, dan furniture, dan beberapa produk yang telah dimiliki substitusi nya oleh AS seperti minyak sawit (biofuell). Sementara itu, jika dilihat dari perspektif kebijakan moneter tingkat inflasi yang tinggi juga diikuti oleh pertumbuhan tingginya jumlah uang yang beredar. Akibatnya diperlukan lebih banyak uang untuk kepentingan transaksi. Pertumbuhan jumlah uang yang beredar secara berlebihan dapat menimbulkan ketidak seimbangan dalam pasar uang dan memicu depresiasi nilai tukar. Secara singkat dapat dikatakan bahwa perbedaan tingkat inflasi antar negara dapat mempengaruhi nilai tukar mata uangnya terhadap mata uang asing. Pada tahun 2017 dengan periode yang sama adanya event perang dagang menunjukkan nilai tukar tertinggi Rp 13.616 dan terendahnya Rp 13.204 atau mengalami penurunan terbesar Rp 412 sedangkan pada tahun 2018 adanya event perang dagang nilai tukar rupiah cendrung terpuruk yaitu nilai tukar tertingginya Rp 15.216 dan terendahnya Rp 13.930 atau mengalami penurunan sebesar Rp 1.286 perdolar Amerika. Dari berbandingan tersebut di dapatkan adanya penurunan nilai tukar rupiah pada event perang dagang sebesar 31%.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

Revitalisasi

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance

Description

Jurnal REVITALISASI mulai tahun 2019 terbit 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember, jurnal ini dimaksudkan sebagai sarana publikasi karya ilmiah para pakar, peneliti dan ahli dalam bidang yang terkait dengan masalah ...