Penelitian di Indonesia mendeteksi adanya keterlambatan perkembangan anak pada usia prasekolah mencapai 12,8%-28,5% dari seluruh populasi anak usia prasekolah [6]. Deteksi dini dilakukan pada anak untuk mengetahui tingkat pencapaian perkembangan anak, khususnya aspek motorik. Oleh karena itu perlu dilakukan deteksi dini mengenai gambaran stimulasi yang diberikan orang tua kepada anak agar aspek perkembangan motorik bisa tercapai secara normal dan untuk memahami apa-apa yang harus dikembangkan anak terhadap tingkat pencapaian aspek perkembangan motorik tersebut. Mendapatkan gambaran tentang tingkat pencapaian perkembangan motorik anak. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah siswa RA Shofa Marwa dengan kriteria usia 4-5 tahun, kooperatif dan dapat berkomunikasi dengan baik. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sebanyak 30 orang. Didapatkan sebagian besar usia ibu adalah 25 tahun (50%), usia anak 5 tahun (56,7%), ibu tidak bekerja sebanyak (63,3%), tingkat pendidikan SMP (50%) dan perkembangan normal (86,7%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa banyak faktor yang berperan dalam pencapaian perkembangan motorik anak seperti umur, pekerjaan, tingkat pendidikan ibu dan usia anak.
Copyrights © 2019