Infeksi Human Immundeficiency Virus (HIV) berkaitan dengan diagnosa kehamilan yang kurang baik yaitu resiko lahir meninggal, persalinan prematur dan retardasi pertumbuhan intrauterin. Jangkauan layanan testing dan konseling HIV perlu ditingkatkan untuk meningkatkan jumlah ibu hamil yang mengetahui status HIVnya agar yang HIV positif mendapatkan layanan kesehatan lebih dini. Upaya tersebut adalah layanan konseling dan tes HIV atas prakarsa petugas kesehatan (PITC) disamping menguatkan layanan konseling dan testing HIV secara sukarela (VCT). Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman tahun 2017 menunjukkan jumlah ibu hamil HIV positif sejumlah 4 kasus, sedangkan jumlah ibu hamil yang sudah memanfaatkan layanan PITC di Puskesmas Depok II hanya 178 orang dari 356 ibu hamil (50%). Tujuan Penelitian ini untuk menjelaskan dukungan tenaga kesehatan dalam pemanfaatan layanan PITC selama kehamilan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian dipilih dengan teknik purposive terdiri dari 2 bidan Puskesmas Depok II dan 2 staf Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview). Teknik analisis data kualitatif dilakukan dengan cara deskriptif isi (content analysis). Dukungan tenaga kesehatan dalam pemanfaatan layanan PITC selama kehamilan dapat meningkatkan cakupan PITC bagi ibu hamil. Dukungan informasi, emosional dan instrumental sudah diberikan kepada semua ibu hamil. Dukungan penghargaan belum secara langsung diberikan kepada semua ibu hamil. Dukungan emosional dan penghargaan melibatkan jejaring sosial
Copyrights © 2019