Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis
Vol 9 No 2 (2018)

DIKOTOMI HADIS AHAD-MUTAWATIR Menurut Pandangan Ali Mustafa Yaqub

Abdul Mutualli Abdul Mutualli (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Feb 2020

Abstract

Dewasa ini orang banyak memperdebatkan kehujjahan hadis  do’if, apakah boleh dijadikan landasan beramal atau malah sebaliknya. Mereka melupakan hadis  ahad yang jauh pada abad kedua sudah menjadi perdebatan diantara ulama Mu’tazilah dan Ahlusunnah. Al-nadham sebagai ulama dari kelompok Mu’tazilah menganggap bahwa hadis  ahad bersifat dhan sehingga tidak dapat dijadikan hujjah dalam hal aqidah, mereka menolak adanya penggunaan hadis  ahad. Padahal periwayatan secara ahad tidak bisa terelakkan karena periwayatan hadis  pada masa Nabi dengan cepat tersebar ke masyarakat. Para sahabat sangat antusias dalam menerima dan menyampaikan secara bebas hadis  yang diterima dari Rasulullah saw. tanpa melihat berapa jumlah jalur orang yang menyampaikannya. Periwayatan secara ahad ataupun mutawatir tidak menjadi perhatian. Untuk mengkaji masalah tersebut maka penulis menggunakan pemikiran Ali Mustafa Yaqub dalam membahas “Dikotomi hadis  ahad terdapat bukunya yang berjudul Kritik Hadis. Penting untuk memahami perdebatan tentang hadis  ahad tersebut guna menambah wawasan. Menurut analisis penulis hadis  ahad tidak bisa ditolak dan tidak dijadikan hujjah dalam masalah akidah, ketika ini dilakukan konsekuensinya banyak hadis  yang akan ditolak, seperti tentang syurga dan beraka, dajjal, siksa kubur, mizan di akhirat dll. Hemat penulis adalah pembagian hadis  ahad tetap ada dalam disiplin ilmu hadis  namun bukan berarti pembagian ini akan menjatuhkan derajat hadis  ahad.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

tahdis

Publisher

Subject

Religion Humanities Education

Description

Tahdis : Jurnal Kajian Ilmu Hadis adalah jurnal Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar yang berisi artikel ilmiah dan hasil penelitian berkaitan tentang Hadis dan Ilmu ...