Hipertensi merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian dini dimana setiap tahunnya penyakit ini bertambah-tambah. Menurut hasil prediksi WHO pada tahun 2025, penyakit hipertensi akan meningkat per tahun kurang lebih 1.5 milyar penduduk masyarakat dunia. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah diatas batas normal yaitu tekanan sistolik ≥ 140 mmHg dan untuk tekanan diastolik ≥ 90 mmHg. Kasus hipertensi diAsia sekitar 1,5 juta setiap tahunnya tetapi hanya 4% yang dapat dikendalikan. Di Indonesia penderita hipertensi cukup tinggi yaitu 32% dari masyarakat penduduk dunia. Di Indonesia yang menderita hipertensi lebih tinggi di Jawa Barat sekitar 29,4%. Hipertensi penyakit tidak menular tetapi pemicu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan, hipertensi juga sering disebut dengan silent killer. Jenis penelitian ini menggunakan Cross Sectional Study, yang merupakan penelitian observasional yang bersifat analitik. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu anggota prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) yang berusia 45 tahun keatas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2020 di wilayah kerja Puskesmas Parongpong, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Responden dalam penelitian ini berjumlah 40 orang yang aktif dalam mengikuti kegiatan prolanis. Dari 40 responden terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan hipertensi dengan nilai sistolik p < 0,05 dan keeratan hubungan 0,717 yang mempunyai hubungan kuat sedangkan nilai diastolik P 0,01 < 0,05 dan keeratan hubungan 0,503 mempunyai hubungan sedang. Dapat disimpulkan bahwa stres mampu mempengaruhi tekanan darah baik sistolik maupun diastolik pada responden.
Copyrights © 2020