Perancangan serangga lokal sebagai karakter untuk properti intelektual berbasis balapan ini untuk lebih memperkenalkan masyarakat akan indahnya kehidupan serangga dengan species dan penampilan yang bervariasi. Untuk mendapatkan eksekusi desain karakter yang memiliki kedalaman konseptual, dibutuhkan sebuah metode riset yang mendalami karakter serangga, baik domestik maupun lokal di pulau Jawa karena desain tidak bisa digenggam, melainkan sebuah proses, sistem dan proses pemikiran (Bob Gill; Graphic Design as a Second Language). Riset akan dilakukan sesuai dengan metode yang dijabarkan oleh 7 tahapan dalam riset, yaitu define, research, ideate, prototype, select, implement, dan learn. Hasil yang diraih adalah konsep untuk karakter serangga, kendaraan untuk dikendarai oleh karakter, dan latar tempat game berlangsung.
Copyrights © 2019