The awareness of the impact of agricultural development to the quality of environment has leaded the coconut cultivation technique to produce organic coconut products. There is no use of anorganic fertilizer and chemical pesticide in organic farming system. As a result, the uses of coconut product that free from any chemical substance, such as botanical pesticide, and wasted coconut parts have been intensified. Agricultural products using organic label have certain markets and consumers and high price as well. Some countries such as Pantai Gading Sri Lanka have intensively used wasted coconut parts as organic fertilizer. Organic coconut products can be obtained by applying organic coconut cultivation technique. RINGKASAN Menyadari dampak pembangunan pertanian terhadap mutu lingkungan maka pengusahaan kelapa harus berorientasi terhadap mutu lingkungan dengan mendorong terciptannya produkproduk kelapa organik melalui teknik budidaya kelapa organik. Pertanian organik tidak menggunakan input luar berupa pupuk buatan (anorganik) dan pestisida kimia. Teknologi tersebut meliputi penggunaan produk kelapa yang berasal dari tanaman yang bebas pengaruh bahan kimia, seperti penggunaan pupuk organik, penggunanan pestisida nabati dan pengolahan limbah dari tanaman kelapa sebagai bahan organik yang nantinya akan digunakan sebagai pupuk pada tanaman kelapa. Produk pertanian yang memiliki label organik memiliki nilai jual yang tinggi serta mempunyai pasar dan konsumen tersendiri. Di beberapa negara seperti Pantai Gading dan Sri Langka pemanfaatan bagian dari limbah tanaman kelapa sudah dilaksanakan sebagai pupuk organik. Dengan menerapkan teknik budidaya kelapa organik dapat menghasilkan produk kelapa organik.
Copyrights © 2006