Humaniora
Vol 13, No 3 (2001)

Tradisi Macapatan Di Boyolali

Djarot Heru Santosa (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Aug 2012

Abstract

Kekayaan kebudayaan nasional Indonesia akan berkembang manakala kita mau berpartisipasi dalam ikut serta mengungkap unsur-unsur pendukungnya. Unsur-unsur itu di antaranya adalah kebudayaan lokal atau daerah yang bisa meliputi kesusastraan dan keseniannya. Kesenian sebagai salah satu unsur kebudayaan universal memiliki bermacam-macam jenis, antara lain seni, musik, seni suara, seni tari, seni pedalangan, dan lain-lain. Kesenian juga merupakan kesanggupan akal manusia untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi. Seni tradisi macapatan merupakan salah satu bentuk penyajian sastra lisan di Jawa yang termasuk dalam gradasi pembacaan sastra murni. Tradisi macapatan ini di samping mengandung unsur seni sastra, juga nilai-nilai, isi, dan makna yang bernilai tinggi bagi masyarakat. Bahkan, nilai itu menjadi pedoman bagi masyarakat pendukungnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan fungsi bagi kehidupan budaya masyarakat pendukungnya. Sentuhan tradisi seperti ini dalam kehidupan masyarakat pada saat sekarang merupakan hal yang menarik untuk dikaji.

Copyrights © 2001






Journal Info

Abbrev

jurnal-humaniora

Publisher

Subject

Humanities

Description

Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of ...