Humaniora
Vol 13, No 3 (2001)

Urbanisasi Dan Dampaknya Terhadap Lingkungan

. Ischak (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Aug 2012

Abstract

Melihat gemerlapnya cara hidup orang kota dan kehidupan kota, menarik minat orang desa untuk pergi ke kota. Mereka, orang desa, ingin pergi ke kota karena di kota banyak hiburan, banyak lapangan kerja, dan kelihatan mudah mencari uang. Kepergian penduduk desa ke kota untuk mengadu nasib tidaklah menjadi masalah manakala mereka mempunyai keterampilan tertentu yang dibutuhkan di kota. Namun, kenyataannya ialah banyak di antara mereka yang datang ke kota tanpa keterampilan kecuali bertani. Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Terpaksa mereka bekerja sebagai buruh harian, penjaga malam, pembantu rumah tangga, tukang becak, dan pekerjaan lain yang sejenis. Bahkan, mereka yang gagal memperoleh pekerjaan sejenis itu menjadi tunakarya, tunawisma, dan tunasusila. Hal itu mendorong mereka melakukan perbuatan yang kurang benar. Misalnya, mendirikan gubuk-gubuk liar di tepi jalur kereta api, di daerah-daerah jalur hijau, dan di daerah-daerah bantaran sungai. Di sisi lain, urbanisasi menyebabkan pertambahan penduduk kota semakin cepat. Hal itu mendorong dibukanya pusat-pusat perdagangan, pusat-pusat industri, dan dikembangkannya fasilitas transportasi, komunikasi, kesehatan, dan pendidikan. Dari gambaran di atas tidaklah salah apabila dikatakan bahwa urbanisasi mempunyai dampak positif dan negatif terhadap lingkungan. Sebelum dibahas dampak positif maupun negatif urbanisasi terhadap lingkungan.

Copyrights © 2001






Journal Info

Abbrev

jurnal-humaniora

Publisher

Subject

Humanities

Description

Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of ...