Humaniora
Vol 15, No 1 (2003)

Karya Religius Danarto: Kajian Kritik Sastra Feminis

S. E. Peni Adji (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Aug 2012

Abstract

Membaca tulisan Danarto, yang berjudul "Refleksi Perempuan" dalam Republika (1993), menyebabkan penulis berpikir ulang tentang makna karya-karya Danarto yang selama ini hanya dinilai mengungkapkan permasalahan religiusitas. Dalam tulisan itu, terlihat bahwa Danarto memiliki perhatian dan juga keprihatinan yang sangat besar terhadap kaum perempuan. Menurutnya, masalah perempuan itu bervariasi dan dipengaruhi oleh kelas mereka. Perempuan kelas atas lebih mempunyai wewenang untuk menentukan dan mengatur diri sendiri. Sementara, perempuan kelas menengah dan bawah lebih banyak tertekan dalam kehidupan mereka. Perhatian dan keprihatinan Danarto ini merupakan bagian dari pandangan dunianya sebagai pengarang yang tentu saja sangat mewarnai karya-karya yang diciptakannya, juga pada cerpen-cerpennya yang dicipta setelah tahun 1980-an. Kritik-kritik yang menilai bahwa karya Danarto mengungkapkan perenungan religiusitas yang meliputi pantheisme dan mistik telah dilakukan oleh Teeuw (1989), Tjitrosubono dkk. (1985:8), Sriwidodo (dalam Eneste, 1983:146-161), Pujiharto (1996), dan Zamzanah (1998). Selain itu, karya Danarto oleh Toda (1984: 41-47) dinilai menggunakan bentuk kreativitas baru yang bersifat nonkonvensional. Sementara oleh Prihatmi (1989) karya Danarto dinilai banyak mengungkapkan fantasi. Dari penilaian-penilaian tersebut, terlihat bahwa kritik yang mengungkapkan perempuan dalam karya-karya Danarto belum pernah dilakukan. Padahal, cerpen-cerpen Danarto yang dicipta setelah tahun 1980-an banyak mengungkapkan permasalahan tersebut, khususnya sikap dan posisi perempuan dalam masyarakat (patriarki). Selain itu, penggambaran perempuan tersebut juga mencerminkan adanya sikap implied author dalam menanggapai masalah patriarkhi dan masalah isu gender.

Copyrights © 2003






Journal Info

Abbrev

jurnal-humaniora

Publisher

Subject

Humanities

Description

Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of ...