Humaniora
Vol 15, No 2 (2003)

Inovasi dalam cerita Ketoprak Anglingdarma

Akhmad Nugroho (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Aug 2012

Abstract

Ketoprak, sebagai salah satu jenis teater daerah Jawa, pertama kali muncul di Yogyakarta sekitar tahun 1925. Cerita yang dipentaskan mula-mula bersumber dari dongeng seperti Jaka Tarub, Piti Tumpa, dan Panji, kemudian meningkat ke cerita adaptasi seperti Menak, Sam Pek Ing Tay, dan Si Jin Kui (Harymawan, l993:229). Dari segi cerita itulah, ketoprak menunjukkan adanya perubahan sesuai dengan kreativitas pengarangnya. Kebaruan-kebaruan juga terjadi pada sastra daerah lain di Indonesia ini., seperti dalam sastra daerah Minangkabau, drama Puti Bungsu karya Wisran Hadi adalah resepsi warisan budaya lama Minangkabau yang diciptakan kembali sesuai dengan konteks masa kini (Teeuw, l988:216). Wisran Hadi dalam dramanya itu menggunakan beberapa sumber, pertama-tama tentu saja Malin Kundang, kemudian kedua Malin Deman, dan bahkan mengambil sumber yang ketiga Sangkuriang dari Sunda (Junus, l985:39). Wisran Hadi juga menulis teks sandiwara Cindua Mato yang dapat dihubungkan dengan mitos Minangkabau Cindua Mato, tampak hubungan tradisi dan modernitasnya (Esten, l992).

Copyrights © 2003






Journal Info

Abbrev

jurnal-humaniora

Publisher

Subject

Humanities

Description

Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of ...