Humaniora
Vol 15, No 2 (2003)

Transformasi Upacara Adat Papua: Wor Dalam Lingkaran Hidup Orang Biak

Enos H Rumansara (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Aug 2012

Abstract

Agama merupakan bagian / unsur penting dalam kehidupan manusia yang dapat memberikan ajaran-ajaran yang berupa aturan-aturan serta petunjuk-petunjuk yang dijadikan pedoman dalam kehidupan manusia dan diyakini kebenarannya. Dalam kajian antropologi, agama dilihat sebagai sistem kebudayaan atau sebagai pranata sosial atau sebagai seperangkat simbol yang dapat digunakan manusia dalam kehidupan sosialnya. Geertz dalam kajiannya melihat agama sebagai suatu sistem kebudayaan, yang kebudayaan itu sendiri dilihatnya sebagai pola bagi kelakuan, yaitu terdiri atas serangkaian aturan-aturan, resep-resep, rencana-rencana, dan petunjuk yang digunakan manusia untuk mengatur tingkah lakunya (Suparlan, 1980:X). Atas dasar inilah agama digunakan oleh warga masyarakat sebagai pandangan hidup yang berfungsi menjelaskan keberadaan manusia di dunia, darimana ia berasal, dan kemana ia akan pergi sesudah meninggal. Dengan demikian, agama adalah satu-satunya bagian kebudayaan yang mampu menjelaskan arah dan tujuan hidup manusia. Itulah sebabnya agama dikatakan sebagai inti kebudayaan (Saifuddin, 1986: 5). Dengan demikian, dalam kajian antropologi agama tidak dapat dikaji dengan pendekatan teologi, tetapi dengan pendekatan ilmu-ilmu sosial.

Copyrights © 2003






Journal Info

Abbrev

jurnal-humaniora

Publisher

Subject

Humanities

Description

Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of ...