Humaniora
No 1 (1994)

MITOS HIROGAMI LANGIT DAN BUMI DI DALAM CERITA PELIPUR LARA

Sudibyo Sudibyo (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Jun 2013

Abstract

Cerita pelipur lara memiliki tempat tersendiri di dalam kehidupan masyarakat Melayu. Di kalangan kelompok masyarakat yang masih sederhana cerita pelipur lara merupakan sarana hiburan yang dapat dinikmati sehabis menunaikan pekerjaan sehari harI. Oleh sebeb itu, materi cerita pelipur lara, sebagaimana lazimnye cerita rakyat, berisi cerita -cerita ringan yang kaya fantasi dan hal-hal yang mempesonakan, misalnya kehidupan istana, putri- putri yang tampan dan cantik rupawan, para wirawan yang gagah berani, perkawinan tokoh utama cerita dengan putri kayangan, lukisan alam adikodrati yang fantastis, dan sebagainya. Di dalam tulisan ini akan dicoba ditelusuri secara singkat kaitan cerita pelipur lara terutama episode perkawinan manusia bumi dngan putri kayangan dengan mitos kosmogoni mengenai perkawinan suci (hirogami) langit dan bumi. Pertanyaan yang akan dicoba dijawab adalah mengapa kenyataan di dalam cerita pelipur lara bertolak belakang dengan kenyataan di dalam mitos kosmogoni atau mengapa cerita pelipur lara mendemitefikasikan mitos kosmogoni tersebut. Untuk keperluan ini, dipergunakan tiga buah cerita pelipur lara, Hikayar Malim Deman, Hikayat Raja Muda, dan Hikayat Malim Dewa yang ketiganya mengandung episode perkawinan manusia bumi dengan putri kayangan.

Copyrights © 1994






Journal Info

Abbrev

jurnal-humaniora

Publisher

Subject

Humanities

Description

Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of ...