Humaniora
No 3 (1991)

BEBERAPA ASPEK KEHIDUPAN MASYARAKAT DAYAK

Masri Singarimbun (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Jun 2013

Abstract

Dayak adalah nama kolektif untuk berbagai suku asli di Kalimantan. Secara umum dapat dikatakan babwa masyarakat-masyarakat yang tergolong ke dalam kelompok suku Dayak menghuni pedalaman Kalimantan. Daerah pantai atau daerah hilir yang mengitari mereka dihuni oleh Melayu, Banjar, Bugis, Makassar, Cina, Jawa, Madura dan suku-suku lainnya. Dapat ditambahkan pula bahwa mayoritas dan orang Melayu di Kalimantan adalah keturunan suku Dayak yang kemudian memeluk agama lslam (Ave dan King, 1986:9). Sellato 1986:58) memperkirakan kira-kira 90 persen dari orang Melayu Kalimantan adalah keturunan Dayak; orang Dayak diperkirakannya sebanyak kira-kira tiga juta (1986) dan orang Melayu lebih dari enam juta. Istilah Dayak mempunyai konotasi merendahkan sehingga ada yang lebih suka menamakannya Daya (Coomans, 1987). Terutama di masa silam, Dayak mempunyai asosiasi dengan keterbelakangan, kebiasaan mengayau, animisme, dll. Nampaknya sekarang konotasi tersebut mulai menghilang dan menurut Dr. Fridolin Ukur yang berasal dari suku Dayak Ma'anyan. Dayak tidak perlu diganti dengan Daya. Lagi pula, untuk meningkatkan harkat masyarakat Dayak, di masa lalu juga sudah didirikan perkumpulan-perkumpulan yang memakai istilah Dayak, ump. Sarekat Dayak dan Pakat Dayak pada zaman Belanda.

Copyrights © 1991






Journal Info

Abbrev

jurnal-humaniora

Publisher

Subject

Humanities

Description

Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of ...