Humaniora
No 2 (1991)

RESEPSI SASTRA: TEORI DAN PENERAPANNYA

Imran T. Abdullah (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Jun 2013

Abstract

Sebenarnya istilah resepsi sastra atau disebut juga estetika resepsi sudah tidak asing lagi bagi telinga pengamat sastra Indonesia. Apalagi sejak tahun 80-an relah terbit dua buah buku penting yang membicarakan masalah ini terutama dari Prof. A. Teeuw (1984) dan Prof. Umar Junus (1985). Adanya tanggapan pembaca terhadap karya sastra sesungguhnya juga sudah berlangsung lama dalam kehidupan sastra baik lisan maupun tertulis. Pengamat sastra pun menyadari akan fungsi komunikasi sastra. Mukarovsky, misalnya,. sejak tahun 80-an telah membicarakan hal ini dalam sistem semiotiknya. Dikatakannya, karya sastra sebagai sistem tanda dibedakan dalam dua aspek, ialah penanda (signifiant) dan petanda (signifie ). Penanda merupakan artefak, struktur mati, petandalah yang menghubungkan artefak itu ke dalam kesadaran penyambut menjadi objek estetik (Fokkema, 1977:81). Dengan kata lain, karya sastra tidak dapat dipahami dan diteliti lepas dan konteks sosial.

Copyrights © 1991






Journal Info

Abbrev

jurnal-humaniora

Publisher

Subject

Humanities

Description

Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of ...