Penelitian lapang untuk mengetahui produktivitas ternak kambing lokal (kacang) pada kondisi pedesaan telah dilakukan dengan melibatkan 30 orang peternak sebagai kooperator. Penelitian ini menggunakan 138 ekor ternak kambing kacang berumur 1-1,5 tahun dengan berat rata-rata 12,65 kg (10,5-14,8 kg) yang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok I: menggunakan 110 ekor ternak kambing terdiri dari 10 ekor jantan dan 100 ekor betina dan ditempatkan dalam kandang individu berbentuk panggung. Pakan yang diberikan berupa hijauan (rumput lapangan + daun waru) dan pakan tambahan yaitu tepung jagung dan tepung ikan teri dengan perbandingan 9:1. Lokasi penelitian adalah di desa Ohoitel dan Ohoitahit. Kelompok II: menggunakan 28 ekor ternak kambing yang terdiri dari 5 ekor jantan dan 23 ekor betina dengan sistem pemeliharaan secara tradisional sebagai kontrol yang berlokasi di desa Wain Baru. Parameter yang diamati yaitu: tingkat kebuntingan (fertilitas), jumlah anak sekelahiran (litter size), berat lahir, pertambahan bobot badan dan tingkat kematian (mortalitas). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah ternak yang bunting (49 dan 5); jumlah anak sekelahiran (1,4 dan 1,0); berat lahir (1,390 dan 857,75 gram), rataan pertambahan berat badan (23,39 dan 19,57 gram/ekor/hari) serta tingkat kematian (16,36 dan 17,86) masing-masing untuk kelompok I dan kelompok II.
Copyrights © 2018