Infeksi Staphylococcus aureus menjadi masalah yang serius saat ini karena meningkatnya resistensi bakteri terhadap berbagai jenis antibiotik (Multi Drug Resistance/ MDR). Meluasnya resistensi bakteri terhadap obat-obatan yang ada, mendorong pentingnya upaya untuk menemukan langkah alternatif dengan pemberian obat-obatan pencegah penyakit infeksi dari bahan alam. Ekstrak jahe merah dikaji aktivitas anti mikroba terhadap S. aureus. Penelitian ini menggunakan uji coba kontrol yang sepenuhnya acak dengan lima ulangan. Dalam penelitian ini hanya terdiri dari satu faktor saja, yaitu pemberikan ekstrak jahe merah dengan menggunakan taraf/ level: 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) pada konsentrasi 100% memberikan penghambatan tertinggi terhadap pertumbuhan S. aureus (12,54 ± 0,76 mm). Aktivitas antibakteri ekstrak rimpang jahe dikategorikan lemah dalam menghambat pertumbuhan S. aureus. Nowadays Staphylococcus aureus infection becomes a serious problem due to increased bacterial resistance to various types of antibiotics (Multi Drug Resistance/ MDR). Widespread bacterial resistance to existing drugs, prompting the importance of efforts to find alternative measures by administering medicines to prevent infection from natural substances. Red ginger extract was investigated for the antimicrobial activities against Staphylococcus aureus. This study used completely randommized control trial with three replications. The first factor was the tested microbe and the second was the fresh extract of the ginger rhizome. The result showed that fresh extract of red ginger (Zingiber officinale var. Rubrum) at concentration 100% gave the highest inhibition to the growth of S. aureus (12.54± mm). The antibacterial activity of ginger rhizome extract is categorized as weak in inhibiting the growth of S. aureus.
Copyrights © 2018