Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Vol. 2 No. 02 (2018): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan

MANAJEMEN MUTU SEKOLAH (Studi Kasus pada SMAN 3, SMAK 1 BPK, dan MAN 1 di Kota Bandung)

SAEPUL MA’MUN (Dosen STEI LPPM Padalarang Bandung)



Article Info

Publish Date
21 Mar 2019

Abstract

Sekolah yang berkualitas memiliki ketergantungan pada kemampuan mengelola sekolah yang berkualitas baik. Sejauh ini, proses pendidikan saat ini belum dapat mewujudkan visi, misi, dan tujuan di sekolah. Masalah-masalah ini akan menyebabkan kepala sekolah, pendidik, dan karyawan merasa mereka tidak mengerti untuk memberikan layanan yang sangat baik kepada siswa, menemukan solusi yang harus dihadapi dan kebutuhan memenuhi harapan pemangku kepentingan.Fokus masalah yang diteliti adalah rendahnya kemampuan manajemen mutu sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. 1) bagaimana kebijakan mutu belum secara optimal diserahkan kepada independensi sekolah; 2) bagaimana perencanaan kualitas belum secara optimal mencapai visi, misi dan tujuan dari hasil yang memuaskan; 3) bagaimana penerapan kualitas sekolah tidak dikelola secara efektif, efisien dan adil; 4) bagaimana upaya pengendalian kualitas dalam penyimpangan dan tindakan untuk mengatasinyaTujuannya adalah untuk menggambarkan, menganalisis, dan mengembangkan model untuk mengembangkan manajemen kualitas sekolah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan studi kasus tiga sekolah / adrasah, yaitu: SMAN 3, SMAK, MAN 1 Kota Bandung. Teknik penggalian data dilakukan dengan mengamati, mewawancarai dan mempelajari dokumentasi sekolah. Pemrosesan data dilakukan melalui proses analisis data, tampilan, dan verifikasi data.Kualitas input, proses, dan output terungkap dalam penelitian ini. Sekolah berkualitas Ada beberapa cara sekolah mencapai kualitas, yaitu: 1) mampu menghasilkan keluaran tinggi dari input rendah; 2) kualitas input ditafsirkan sebagai nilai tambah dari input pendidikan; 3) kualitas proses sebagai kondisi kualitas proses yang melebihi harapan; 4) tingkat kualitas output kualitas output melebihi harapan atau standar; 5) menciptakan dan melestarikan budaya sekolah.Peneliti merekomendasikan beberapa hal untuk sekolah, yaitu: pertama, merumuskan kebijakan mutu, dalam bentuk visi, misi, tujuan, dan strategi pencapaian, norma-norma perilaku yang berakar pada semua individu; kedua, peran kepemimpinan dalam mencapai kualitas adalah aspek yang sangat kritis; ketiga, mengembangkan program kurikuler dengan berbagai program akademik alternatif sesuai dengan minat atau kondisi siswa; keempat, program ekstrakurikuler memiliki daya dukung untuk menciptakan kualitas akademik dan non-akademik; kelima, menciptakan pengajaran yang berkualitas, kepala sekolah perlu menciptakan harapan kinerja yang tinggi; keenam, berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk merencanakan kualitas bersama untuk mencapainya; dan ketujuh, mengubah perilaku, budaya suportif dalam mencapai regulasi kualitas dalam menciptakan budaya kualitas sekolah. Kata kunci: Manajemen Mutu Sekolah

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

pendidikan

Publisher

Subject

Religion Education Other

Description

Wahana Karya Ilmiah Pendidikan diterbitkan oleh Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang dengan tujuan menampung semua hasil penelitian, ide atau gagasan inovasi pendidikan, artikel-artikel pendidikan serta kajian tentang pendidikan yang akan ...