ABSTRAKKabupaten Banjarnegara merupakan salah satu daerah endemis malaria di Provinsi Jawa Tengah. Pengobatan berperandalam mencegah terjadinya penularan malaria. Kartu penderita malaria merupakan salah satu alat instrumen untukmemantau pelaksanaan follow up pengobatan. Pemanfaatan kartu penderita malaria di Kabupaten Banjarnegara dimulaisekitar tahun 1999. Tidak semua puskesmas di Kabupaten Banjarnegara memanfaatkan kartu penderita malaria. Tujuanpenelitian untuk mendeskripsikan manfaat kartu penderita malaria dalam pemantauan pengobatan malaria vivax.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan studi kasus, pengumpulan data dengan wawancaramendalam dan observasi kartu penderita malaria. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Wanadadi I dan Banjarmangu Ipada Bulan April-Mei 2012. Hasil penelitian menunjukkan di Puskesmas Wanadadi I terdapat 60 kartu penderita malaria(80%) yang diisi oleh JMD dan hanya 23 kartu (38,3%) yang diisi lengkap. Di Puskesmas Banjarmangu I tidak ada kartupenderita malaria yang diisi. Follow up pengobatan tepat waktu paling banyak (82%) pada follow up IV. Penderita yangdifollow up secara lengkap (lima kali) sebanyak 18 penderita (30%). Penggunaan kartu penderita malaria di PuskesmasWanadadi I dan Banjarmangu I belum dimanfaatkan dengan baik.
Copyrights © 2014