Penggunaan rhodamin-b pada saus cabai mempunyai efek negatif bagi kesehatan jika dikonsumsi terus- menerus, karena terdapat kandungan klorin (Cl) yang bersifat reaktif dan toksik bagi tubuh. Rosella merupakan salah satu pewarna alami yang mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh. Cabai paprika merupakan salah satu cabai yang kaya akan vitamin C dan mengandung senyawa fitokimia. Saat ini, saus paprika masih jarang ditemukan dan diproduksi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah penambahan rosella kering sebagai pewarna alami dalam pembuatan saus paprika sehingga dihasilkan karakteristik saus dan hasil uji fisikokimia yang baik menurut panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan percobaan acak lengkap satu faktor. Faktor perlakuan penelitian yaitu tingkat konsentrasi penambahan rosella kering sebagai pewarna alami pada saus paprika dengan tiga taraf perlakuan yaitu 10%, 20% dan 30%, dengan pengujian lanjut uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan rosella kering 30% pada saus paprika mempunyai karakteristik mutu yang baik. Sedangkan uji fisiko kimia diperoleh hasil berupa total padatan terlarut (32,5%), pH (3,37), total asam tertitrasi (0,667%), viskositas (70 d.PaS) dan vitamin c (186,774 mg/100g).Â
Copyrights © 0000