Jurnal Ekologi Kesehatan
Vol 17 No 1 (2018): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 17 NO. 1 TAHUN 2018

IMPLEMENTASI PENGENDALIAN VEKTOR DBD DI PROVINSI JAWA TENGAH

Widiarti Widiarti (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga)
Riyani Setiyaningsih (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga)
Diana Andriyani Pratamawati (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga)



Article Info

Publish Date
17 Jul 2018

Abstract

ABSTRACT Central Java Province is one of the provinces with considerable dengue cases in Indonesia. One of the strategic efforts that have been implemented is controlling mosquitoes with fogging and larviciding with temephos at water reservoirs. However, cases remain increase or outbreaks occur in several districts/cities. The study was conducted to determine the causes of the high dengue fever cases in Central Java Province as to improve the implementation of such programs. Data related to the implementation of vector control were collected from various sources. The results showed that the PSN program in several districts did not optimally run because the community did not routinely do it. Larviciding with temephos was only carried out in the event of outbreaks and in the endemic areas. Fogging, which should be implemented in two cycles, was generally implemented only in one cycle due to limited insecticides availability and wide area coverage. It can be concluded that the high dengue fever cases in Central Java Province was caused by the gap between the program and the implementation in the field. Keywords: Dengue vector, larvaciding, sogging ABSTRAK Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang menyumbang kasus demam berdarah dengue (DBD) cukup besar di Indonesia. Salah satu upaya strategis yang telah dilakukan adalah mengendalikan nyamuk dengan pengasapan dan larvasidasi dengan temephos pada Tempat Penampungan Air (TPA). Upaya tersebut belum memberikan hasil yang optimal karena masih terjadi peningkatan kasus atau Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa kabupaten/kota. Kajian secara deskriptif dilakukan untuk mendapatkan gambaran permasalahan tingginya kasus DBD di Provinsi Jawa Tengah dalam rangka perbaikan dan pengembangan kebijakan pengendalian vektor DBD. Data dan informasi yang dikumpulkan berupa dokumen yang meliputi pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), larvasidasi yang dilakukan, fogging, dan data lain yang berkaitan dengan pengendalian vektor. Hasil kajian menunjukkan bahwa program PSN tidak berjalan optimal di beberapa kabupaten di Jawa Tengah karena masyarakat tidak melakukannya secara rutin. Larvasidasi dengan temephos hanya dilakukan pada saat terjadi KLB dan hanya di daerah endemis DBD. Fogging pada umumnya dilakukan hanya dalam satu siklus kehidupan vektor, yang mana seharusnya dilakukan dalam dua siklus. Hal ini disebabkan karena keterbatasan insektisida dan cakupan wilayah cukup luas. Dapat disimpulkan bahwa tingginya DBD di Provinsi Jawa Tengah disebabkan adanya kesenjangan antara program yang telah dicanangkan dengan implementasi di lapangan. Kata kunci: Vektor DBD, larvasidasi, pengasapan

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

jek

Publisher

Subject

Public Health

Description

The scope of this journal covers the ecological health that emphasizes mutual interaction between human and enviromental aspects such as in physical chemical biological and sociocultural that affect peoples healts ...