Jurnal Ilmu Komunikasi
Vol 9, No 2 (2011)

Pahlawan Devisa dalam Perspektif Media

Billy K. Sarwono (Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Jun 2020

Abstract

Fenomena kekerasan terhadap TKW (Tenaga Kerja Wanita) terus muncul, termasuk kasus Ruyati yang dianggap fenomenal karena pemberitaan media sangat intensif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kasus Ruyati yang dibingkai dan disuarakan oleh media melalui para narasumber perempuan. Teori yang digunakan adalah standpoint theory dan konsep feminist media. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing Entman. Sumber data diperoleh dari pemberitaan koran Kompas, Media Indonesia, dan Republika, karena ketiganya memberitakan kasus Ruyati dan TKI lebih intensif dibandingkan dengan koran lain sejak tanggal 20 Juni sd 1 Juli 2011. Hasil penelitian menunjukkan; (1) Munculnya nada pesimis terhadap kinerja pemerintah dalam menyikapi kasus TKI; (2) Posisi perempuan sebagai narasumber jumlahnya lebih sedikit dibanding laki-laki. Secara kuantitatif, media massa belum menunjukkan pembelaan cukup berarti kepada TKW. Kaum perempuan yang biasanya menjadi korban kekerasan tidak diberi posisi berarti untuk menyuarakan kepentingannya; dan (3) Nada suara narasumber laki-laki menekankan pembenahan di bidang politik, hokum, dan ekonomi yang terkait dengan TKW, sedangkan kepedulian narasumber perempuan berfokus pada penyelamatan individu TKW seharusnya dilakukan melalui diplomasi tingkat tinggi.

Copyrights © 2011






Journal Info

Abbrev

komunikasi

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal Ilmu Komunikasi focuses on writings that contain current research and thinking in the fields of: Communication Science, including media and journalism studies, audio and audiovisual broadcasting studies, public relations studies and advertising studies; Design of Visual Communication; ...