Jurnal Sosiologi Agama
Vol 10, No 2 (2016)

DISKRIMINASI INTERNAL PADA KOMUNITAS WARIA PEKERJA SALON DI YOGYAKARTA

Afaf Maulida (Alumnus Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga)



Article Info

Publish Date
20 Jul 2017

Abstract

Selain menjadi bagian dari wacana gender, LGBT juga tidak dapat dipisahkan dari permasalahan sosial, budaya, dan agama karenasemua itu memiliki hubungan yang saling berkaitan. Salah satu dari wacana LGBT yang perlu mendapatkan perhatian adalah soal transgender atau waria.Apabila ditinjau lebih jauh,terdapat diskriminasi internal pada komunitas waria pekerja salon di Yogyakarta. Dalam tulisan ini menyatakan bahwa di dalam komunitas waria-waria pekerja salon terdapat dua klasifikasi waria, yaitu kelompok waria kelas atas dan kelompok waria kelas bawah. Adanya klasifikasi inilah yang menjadi titik tolak adanya diskriminasi internal di kalangan waria pekerja salon di Yogyakarta. Kelompok waria kelas atas ini yang menjadi pelaku diskriminasi terhadap kelompok waria kelas bawah. Adapun bentuk-bentuk diskriminasi yang dialami mereka adalah marginalisasi, stereotip, subordinasi, dan kekerasan. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi terjadinya diskriminasi internal seperti faktor ekonomi, faktor gender, faktor agama, dan faktor sosial budaya. Dampak yang dirasakan oleh kelompok waria kelas bawah juga meliputi beberapa aspek, di antaranya secara ekonomi dan sosial.Kata kunci: waria, diskriminasi, analisis kelas, pekerja salon

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

SosiologiAgama

Publisher

Subject

Religion Humanities Social Sciences

Description

Jurnal Sosiologi Agama mengundang para ilmuwan, peneliti, dan siswa untuk berkontribusi dalam penelitian dan penelitian mereka yang terkait dengan bidang sosiologi agama, masyarakat beragama, masyarakat multikultural, perubahan sosial masyarakat beragama, dan relasi sosial antar agama yang mencakup ...