Pengalihan fungsi lahan perkotaan yang berlebihan menimbulkan pengurangan air masuk kedalam tanah pada saat terjadi hujan. Dalam kondisi ini akan terjadi banyak persoalan antara lain banjir, erosi dan sedimentasi yang pada akhirnya mempengaruhi sistem drainase kota. Metode penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan data antara lain, perubahan tata guna lahan di pusat pemerintahan kabupaten Nagekeo 32 Ha, Luas DAS 2891 Ha. Topografi termasuk daerah rendah, maka koefisien pengaliran sebesar C = 0,03. Geologi berjenis batuan Vulkanik dan Sediman, sehingga koefisien pengaliran C = 0,16. Keadaan permukaan tanah ditumbuhkan padang rumput, maka koefisien pengaliran C = 0,21. Dari hasil analisis diketahui saluran drainase perkotaan berbentuk trapesiun, dengan saluran primer lebar bawah (b) 1,20 meter, lebar atas (T) 2,44 meter, ambang bebas (tb) 0,50 meter. Saluran sekunder b = 0,335 meter, T = 0,696 meter, fb = 0,205 meter. Saluran tersier b = 0,231 m, T = 0, 480 meter, fb = 0,170 meter. Saluran drainase jalan b = 0,08 meter, T = 0, 165 meter, fb = 0,10 meter. Biaya pembangunan sebesar Rp. 2,084, 865, 628, 00
Copyrights © 2015