cover
Contact Name
Alfridus Gado
Contact Email
alfridusg@gmail.com
Phone
+6282144658484
Journal Mail Official
alfridusg@gmail.com
Editorial Address
Jurnal TEKNOSIAR Fakultas Teknik Universitas Flores Jl. Sam Ratulangi Ende Kelurahan Paupire Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende NTT
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
TEKNOSIAR
Published by Universitas Flores
ISSN : 19075197     EISSN : 27212270     DOI : https://doi.org/10.37478/teknosiar
Core Subject : Engineering,
TEKNOSIAR: Journal of Engineering is a media publication published twice a year (in April and October) by the Faculty of Engineering, University of Flores. The aim is as a forum for scientific communication and also disseminates research results, literature studies, funds in the form of design results, study results, case studies and modeling in engineering and engineering management with the scope of: Civil Engineering (structure, transportation, development of water resources , geotechnical engineering, and construction / project management), Architecture (theory, architecture history and design; Architectural science and technology; Urban architecture and urban design; Home and residential architecture; Interior and exterior design; Flores cultural architecture).
Articles 116 Documents
Analisis Resiko Pekerjaan Peningkatan Jalan Lintas Selatan Kabupaten Ende Fransiskus Xaverius Ndale; Marselinus Napa
TEKNOSIAR Vol. 7 No. 1 (2013): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.862 KB)

Abstract

Resiko adalah kejadian yang tidak pasti atau situasi yang tidak pasti. Bila hal ini terjadi. akan mengakibatkan terhadap tujuan dari proyek. Resiko akan dapak terhadap bertambah biaya serta terlambat jadwal pelaksnaan proyek. Mutu pekrjaan jalan merupakan implementasi dari rencana strategis prioritas dari pemilik proyek. Resiko kegagalan proyek konstruksi peningkatan jalan menunjukkan indikasi bahwa kurang efektif dan efisien kinerja kontraktor selama pelaksanaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara langsung serta menyebar kuisoner yang harus diisi oleh responden dengan bererapa penilaian yaitu; penilaian terhadap risiko dengan probability impact analysis, untuk mengetahui risiko terbesar yang terjadi pada pelaksanaan proyek jalan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil maksimal dalam pelaksanaan suatu pekerjaan peningkatan Jalan Lintas Selatan Kabupaten Ende. Pihak kontraktor harus tahu factor-faktor resiko apa saja yang menyebabkan terjadinya tambahan biaya dalam pelaksanaan proyek tersebut. Hasil penelitian teridentifikasi: Resiko eksternal: topografi cukup sulit sebesar 87,69%, pengijinan material lokal sebesar 49,23% dan harga material mengalami kenaikan sebesar 49,23%. Resiko Internal : SDM kurang pengelaman sebesar 78,46%, tim pelaksanaan proyek kurang memahami manajemen sebesar 60%, tidak ada pedoman dan pelimpahan tugas kurang tegas sebesar 49,23%. Resiko dalam proyek: alat sudah berumur sebesar 90,77%, kelangkaan BBM sebesar 89,23%, serta adanya keraguan dalam menganalisis bahan sebesar 50,77%.
Optimasi Pemanfaatan Air Irigasi Pada Bendung Mautenda Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende Marselinus Yunior Nisanson; Adrianus Rani Ria
TEKNOSIAR Vol. 7 No. 1 (2013): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.76 KB)

Abstract

Optimasi pemanfaatan air irigasi di wilayah Mautenda Kabupaten Ende bertujuan untuk mengetahui besar debit kebutuhan air dan pola tanam sesuai debit yang tersedia. Data pendukung adalah klimatologi selama 10 tahun terakhir. Metode-metode yang digunakan : F.J. Mock, Cropwat, dan Aplikasi Mikrosoft Excel. Hasil penelitian memperoleh debit maksimum Bendung Mautenda II terjadi pada bulan Februari dengan debit curah hujan tahun basah 3,009 m3/det tata tanaman 3 kali dalam setahun. Tata tanaman pada simulasi ini adalah padi, padi gogo rancah, jagung musim tanam untuk padi dimulai bulan Desember, curah hujan tahun normal 2,281 m3/det, curah hujan tahun kering 1,734 m3/det tata tanaman 3 kali dalam setahun. Pola tanaman pada simulasi ini adalah Palawija, Sayuran, Padi, Jagung dengan musim tanam untuk Palawija, Sayur dimulai Desember. Sedangkan debit minimum terjadi pada bulan Agustus untuk curah hujan tahun basah 0,254 m3/det, tahun normal 0,187 m3/det, tahun kering 0,137 m3/det tata tanaman pada musim tanam pertama adalah palawija, sayuran, padi, jagung, dengan musim tanam untuk palawija, sayuran dimulai bulan Desember. Pemanfaatan sumber daya air pada Bendung Mautenda II dapat dioptimalkan dengan mengatur pola tanam yang disesuaikan dengan ketersediaan debit yaitu padi, padi gogo rancah, jagung/Palawija.
Studi Penggunaan Serat Ijuk Sebagai Bahan Tambahan Dalam Campuran Beton Mutu Normal Mikael Wora
TEKNOSIAR Vol. 7 No. 1 (2013): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.057 KB)

Abstract

Eksperimental ini dilakukan untuk mengetahui besar nilai kuat tekan dan kuat tarik beton yang telah tercampur dengan bahan tambahan serat ijuk, sehingga disebut beton berserat. Beton berserat dapat mempengaruhi terhadap kualitas beton secara umum. Dalam penelitian menggunaan serat ijuk dengan bervariasi ukuran panjang mulai 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Perbandingan berat serat terhadap semen yaitu 0%, 1%, 2%, dan 3% untuk setiap perilaku. Sedangkan material seperti agregat halus dan ageregat kasar, maupun semen adalah kondisi standar. Speciment benda uji bentuk silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 68 buah. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik beton dilakukan pada umur 28 hari. Hasil penelitian dari 4 perilaku: Beton normal (tanpa serat ijuk) kuat tekan 23,11 MPa dan kuat tarik 2,04 MPa, Ketika beton menggunkana serat ijuk 1%, 2% dan 3% kekuatan tekan menurun dari 23. Mpa ke 19.81 Mpa. Sedangkan kekuatan Tarik eningkat dari 2.04 Mpa ke 3.21 Mp.Maka disimpulkan bahwa semakin panjang serat ijuk nilai kuat tekan beton menurun, sedangkan nilai kuat tarik beton akan meningkat.
Penyediaan Air Bersih Perdesaan Berbasis Masyarakat di Desa Tonggo Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo Yonaes Meo
TEKNOSIAR Vol. 7 No. 1 (2013): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.386 KB)

Abstract

Pembangunan sektor air bersih di perdesaan dimaksudkan untuk membantu masyarakat perdesaan yang belum mempunyai akses terhadap air bersih yang aman dan layak, khususnya masyarakat miskin. Sarana air bersih yang telah dibangun, selanjutnya dikelola oleh masyarakat dengan membentukan lembaga yang disebut LPPAM (Lembaga Pengelola Pemakai Air Minum) Tonggo. Keterbatasan kemampuan pengelola, baik secara teknis maupun manajerial, diduga akan mempengaruhi keandalan sistim penyediaan air bersih di perdesaan.Keandalan pelayanan diindikasikan dengan kualitas, dan kontinuitas air yang diterima oleh masyarakat pelanggan air. Untuk menguji dugaan di atas telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metoda studi kasus yang dilakukan di desa Tonggo. Studi kasus ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi lapangan, wawancara, dan pengisian kusioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelola air bersih perdesaan di Desa Tonggo, Aspek pelayanan dalam kategori cukup puas, Aspek Kuantitas kurang cukup. Aspek kontinuitas waktu tidak beraturan. Maka diharapkan LPPAM Tonggo, lebih banyak belajar atau mengikuti kursus dan pelatihan guna mendapatkan manajemen pengelola berbasis masyarakat dapat dioptimalkan.
Pengembangan Museum Bahari Di Kota Ende Shirly Wunas; Petrus Jhon Alfred Depa Dede; Arnoldus Lurachman Reku
TEKNOSIAR Vol. 7 No. 1 (2013): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.623 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara maritim, dimana sebagian besar wilayahnya terdiri dari lautan, dengan perbandingan 2/3 laut dan 1/3 daratan . Bahkan total garis pantai Indonesia terpanjang di dunia. Berpijak pada kenyataan bahwa laut Indonesia lebih luas dari pada daratan, maka masa depan kita akan lebih banyak ditentukan pada kemampuan kita memberdayakan sumber daya laut. Dengan kata lain, bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari dengan hamparan laut yang luas, merupakan suatu potensi bagi bangsa Indonesia untuk mengembangkan sumber daya laut yang memiliki keragaman, baik sumber daya hayati maupun sumber daya lainnya. Kabupaten Ende sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi kekayan alam, khususnya dibidang kebaharian sudah seharusnya memiliki wadah yang dapat menampung berbagai kekayaan alam kebaharian agar dilindungi kelestariannya, sehingga dapat dinikmati oleh generasi penerus secara berkesinambungan.Maka penulis melakukan perencanaan dan perancangan musem bahari dengan menerapkan filosofi kura-kura pada bentuk bangunan museum serta penataan lansecape yang memberikan kesan estetika dan mencirikan fungsi bangunan sebagai sebuah museum bahari, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung baik dalam hal rekreasi maupun dalam hal penunjang pendidikan bagi generasi selanjutnya.
Pengaruh Akar Tanaman Terhadap Parameter Geser Tanah Dan Stabilitas Lereng Pada Ruas Jalan Ende – Wolowaru Veronika Miana Radja; Fransiskus Xaverius Ndale; Tarsisius Tibo
TEKNOSIAR Vol. 7 No. 2 (2013): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.232 KB)

Abstract

Keberadaan akar tanaman dapat meningkatkan kekuatan tanah khususnya tegangan geser (kohesi) dalam menjaga kestabilan lereng. Akar tanaman mempunyai kemampuan menyimpan air tanah yang baik dan menjaga kestabilan tanah terhadap perubahan kadar air akibat proses pembasahan dan pengeringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa besar kekuatan geser tanah dari masing-masing vegetasi seperti tanah yang mengandung akar; bambu, akar kemiri, akar rumput gajah, akar alang – alang dan akar cengkeh. Pengambilan sampel tanah dilakukan di sepanjang ruas jalan Ende- Wolowaru yaitu pada Km. 12 tanah yang mengandung akar bambu, Km. 19 tanah yang mengandung akar kemiri, Km. 27 tanah yang mengandung akar rumput gajah, Km. 28 tanah yang mengandung akar alang-alang dan Km. 46 tanah yang mengandung akar cengkeh. Hasil uji geser langsung didapatkan hubungan antara kadar air, angka pori, derajat kejenuhan, kohesi dan sudut geser. Hasil penelitian dari masing-masing vegetasi: tanah yang tidak mengandung akar nilai kohesi 0.13 kg/cm2, tanah yang mengandung akar bambu nilai kohesi 0.2 kg/cm2, tanah yang mengandung akar kemiri nilai kohesi 0.5 kg/cm2, tanah yang mengandung akar rumput gajah nilai kohesi 0.5 kg/cm2, tanah yang mengandung akar alang-alang nilai kohesi 0.05 kg/cm2 dan tanah yang mengandung akar cengkeh nilai kohesi 0.4 kg/cm2.
Evaluasi Sistem Penyediaan Air Bersih Di Wilayah Ndetundora Kecamatan Ende Kabupaten Ende Marselinus Yunior Nisanson; Valentinus Tan; Irenius Kota Dua; Antonius Tesen
TEKNOSIAR Vol. 7 No. 2 (2013): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.366 KB)

Abstract

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat diperlukan oleh mahluk hidup. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan non domestik. Wilayah Ndetundora merupakan wilayah dengan topografi berbukitan dan bergelombang dimana letak sumber mata air berada di bawah daerah layanan, sehingga dalam pengelolaan air menggunakan sistem pompa.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya kapasitas pompa sesuai dengan kondisi debit yang ada serta untuk mengetahui kemampuan sistem jaringan perpipaan air minum yang mampu melayani masyarakat Desa Ndetundora. Debit sumber air Aepota 6 liter/dtk, sedangkan kebutuhan air penduduk yang berjumlah 3.697 jiwa sebesar 2,5673 liter/detik. Head Total Pompa riil adalah 115 m, sedangkan berdasarkan hasil analisis diperoleh Head Total Pompa 106,72 m dengan daya pompa 14,222 HP, sehingga pemilihan pompa sesuai dengan kondisi lapangan yang ada. Sistem jaringan distribusi yang ada hanya mampu melayani Desa Ndetundora II dan Ndetundora III sedangkan untuk Desa Ndetundora I dan Randotonda tidak bisa terlayani karena termasuk jaringan distribusi dengan elevasi jarak yang terjauh, dimana sisa tekanan untuk Desa Ndetundora I adalah 8,82 m dan Desa Randotonda adalah 5,08 m. Dengan tidak terlayani jaringan distribusi untuk Desa Ndetundora I dan Randotonda maka reservoir perlu ditinggikan, agar kedua Desa tersebut bisa terlayani.
Sifat Fisik Dan Mekanik Bambu Sebagai Bahan Konstruksi Fransiskus Xaverius Ndale
TEKNOSIAR Vol. 7 No. 2 (2013): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.325 KB)

Abstract

Paper ini akan menyajikan hasil eksperimental tentang sifat fisik Bambu yang akan digunakan sebagai bahan konstruksi. Bambu adalah rumput berkayu berbentuk pohon atau perdu. Bambu termasuk ordo Gramineae, familia Bambuseae. Berat jenis dan kerapatan bambu menentukan sifat fisika dan mekanikanya. Berat jenis bambu berkisar antara 0,5 – 0,9 gr/cm³. Bambu mempunyai perbandingan kekuatan dan berat yang sangat tinggi sehingga efisien dan efektif untuk digunakan sebagai bahan bangunan. Kandungan air pada bambu akan berpengaruh pada kekuatan bambu. Kembang susut bambu perlu diperhatikan agar struktur bangunan bambu tidak mengalami perubahan bentuk dan penurunan kualitas akibat adanya penyusutan. Adanya perubahan bentuk ini tentunya akan mengurangi nilai fungsi dari sebuah struktur bangunan.Bambu mempunyai kuat tarik 1180 - 2750 kg/cm² , kuat tekan 499 – 588 kg/cm² dan kuat lentur 785 – 1960 kg/cm². Kekuatan pada bambu juga dipengaruhi oleh posisinya, bagian terkuat dari bambu adalah kulit. Kekuatan kulit ini sangat jauh lebih tinggi daripada kekuatan bambu bagian dalam. Sedangkan kuat tekan bambu semakin meningkat sesuai dengan umur bambu tersebut. Modulus elastisitas (E) bambu berkisar antara 98.070 – 294.200 kg/cm², tetapi untuk perancangan dipakai E sebesar 294.200 kg/cm². Kuat geser bambu sangat rendah, maka dari itu perancangan bambu sebagai struktur sebagai batang tunggal lebih efektif bila dibandingkan batang ganda.
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Dan Faktor-Faktor Pngaruhnya Pada Proyek Peningkatan Jalan Detusoko – Wologai – Junction – Wolowaru Kristoforus Je; Yohanes Meo; Ardian Sam
TEKNOSIAR Vol. 7 No. 2 (2013): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.927 KB)

Abstract

Penelitian tentang Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Dan Faktor-Faktor Pengaruhnya Pada Proyek Peningkatan Jalan Detusoko-Wolowaru-Junction-Wolowaru dilakukan dengan metode analisis deskripsi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja dan faktor-faktor yang memengaruhinya, yaitu variabel umur, kondisi lapangan dan sarana bantu, keahlian pekerja, pengalaman kerja/masa kerja, kesesuaian terhadap upah, kesehatan kerja, koordinasi dan perencanaan, serta manajerial. Penelitian dilakukan dengan cara mengamati tingkat produktivitas 23 tenaga kerja hotmix dan disertai pengisian kuesioner dan wawancara.Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat produktivitas (LUR) pekerja cukup produktif dan memuaskan karena rata-rata sebesar 77,72%. Hasil regresi sederhana, pengaruh Umur sebesar 5,546>2,080, kondisi lapangan dan sarana bantu sebesar 10,586>2,080, keahlian pekerja sebesar 7,522>2,080, pengalaman kerja sebesar 12,112>2,080, kesesuaian upah sebesar 8,773>2,080, kesehatan kerja sebesar 5,566>2,080, koordinator dan perencanaan sebesar 9,112>2,080, manajerial sebesar 8,597>2,080. Hasil regresi berganda, umur/usia, keahlian pekerja, kesesuaian upah, kesehatan pekerja, koordinator dan perencanaan, dan manajerial berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja dengan nilai regresi (4,063), (0,29), (2,241), (0,846), (1,949), dan (2,217). Pengalam kerja mempunyai pengaruh dominan terhadap produktivitas dengan nilai 0,935 yang tergolong hubungan sangat kuat dan memberi kontribusi sebesar 87,48%.
Studi Evaluasi Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Beton Pada Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit Internasional Surabaya Mikael Wora
TEKNOSIAR Vol. 7 No. 2 (2013): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.746 KB)

Abstract

Paper ini menyajikan tentang besar daya dukung pondasi tiang pancang beton, pondasi tiang pancang beton adalah jenis pondasi dalam yang berfungsi untuk memikul beban yang disalurkan dari struktur atas bangunan gedung Rumah Sakit Internasional Surabaya kedalam tanah.Tujuan studi untuk mengetahui besar daya dukung pondasi tiang pancang beton yang digunakanan sesuai kondisi tanah yang berada dibawah bangunan sebagai pijakan, agar bangunan tersebut tetap nyaman. Metode analisis yang digunakan antara lain : Metode Cone Penetrasi Tes (CPT) dan Standart Penetrasi Test (SPT) adalah data hasil penyelidikan dilapangan serta Paulos dan Davis adalah rumus empris. Hasil analisis metode CPT memperoleh daya dukung sebesar 161,45 kN, metode SPT daya dukung sebesar 128,3 kN, Metode Paulos dan Davis untuk tiang tunggal daya dukung sebesar 108,34 kN dan tiang kelompok daya dukung sebesar 965,42 kN. Hasil analisi menyimpulkan bahwa pondasi tiang pancang beton digunakan karena dapat memikul beban layan yang diberikan.

Page 1 of 12 | Total Record : 116