Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif-kualitatif yang dilakukan di Kabupaten Takalar pada dua wilayah Kecamatan, yaitu Kecamatan Pattallassang dan Kecamatan Mappakasunggu. Sasaran kajian difokuskan pada produk gerabah dan para perajin pada dua wilayah yang ditetapkan dalam penelitian ini. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang bersumber dari data primer, yakni: terdiri dari objek/benda gerabah (gerabah tradisional, gerabah transisi, dan gerabah modern). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi lapangan, dokumentasi dan rekaman visual, dokumentasi dan pengamatan, serta wawancara dengan pengrajin dan narasumber yang dianggap relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga alur kegiatan, yaitu: (1) reduksi data, (2) sajian data, dan (3) penarikan kesimpulan/verifikasi. Ketiga komponen analisis tersebut aktivitasnya dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu proses siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terjadi perkembangan bentuk dari tradisional ke transisi dan selanjutnya ke arah modern; (2) Gerabah tradisional cenderung terbatas pada bentuk-bentuk yang diwarisi, jenis produk cenderung monoton, fungsinya terbatas pada kebutuhan dapur; (3) Gerabah transisi lebih berorientasi pada perkembangan fungsi dan pemberian motif hias; (4) Gerabah modern memiliki fungsi yang lebih kompleks (fungsi hias dengan fungsi pakai dipadukan), fungsinya telah berkembang untuk keperluan souvenir; (5) Dari segi hiasan, terjadi perkembangan yang lebih kompleks pada gerabah transisi dan pada gerabah modern.
Copyrights © 2018