Visipena
Vol 3 No 1 (2012)

PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN PEMAHAMAN HAKIKAT SAINS SISWA

Thursinawati (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2012

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih lemahnya proses pembelajaran di Sekolah Dasar. Dalam pembelajaran siswa kurang aktif dan tidak memperoleh pemahaman hakikat sains dalam proses pembelajaran IPA. Pembelajaran inkuiri terbimbing adalah pembelajaran dengan proses penyelidikan/penemuan yang memiliki langkah-langkah kerja ilmiah untuk membentuk karakteristik saintis dan sikap ilmiah siswa yang dilakukan dengan bimbingan dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan penguasaan konsep dan pemahaman hakikat sains antara siswa yang mendapatkan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional pada kelas V Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu yang dilakukan pada beberapa kelas V SDN di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh. Untuk memperoleh data digunakan instrumen penelitian yaitu: tes penguasaan konsep, tes pemahaman hakikat sains, angket siswa, observasi keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing, dan wawancara untuk tanggapan guru. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t untuk melihat perbedaan gain yang dinormalisasi penguasaan konsep dan pemahaman hakikat sains siswa pada kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan penguasaan konsep dan pemahaman hakikat sains yang signifikan antara siswa yang mendapatkan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Pada penguasan konsep nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0.43 dan kelas kontrol adalah 0.20. Pemahaman hakikat sains nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0.34 dan kelas kontrol adalah 0.073. Peningkatan penguasaan konsep dan pemahaman hakikat sains siswa kelas V SD pada kelas eksperimen karena skenario pembelajaran dirancang melalui pembelajaran inkuiri terbimbing, sehingga munculnya aspek inkuiri dan sikap ilmiah siswa. Sedangkan pada kelas kontrol aspek inkuiri tidak secara utuh dan sikap ilmiah tidak muncul karena pembelajaran tidak dirancang untuk pembelajaran inkuiri terbimbing. Saran dari penelitian ini diharapkan dalam menerapkan pembelajaran inkuiri di Sekolah Dasar, guru dianjurkan menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing. Agar pembelajaran inkuiri terbimbing dilaksanakan secara optimal, hendaknya guru dapat memperhatikan aspek-aspek: (a) kesiapan siswa untuk melaksanakan pembalajaran IPA, (b) materi pelajaran IPA yang memiliki konsep yang abstrak hendaknya dapat disampaikan secara lebih maksimal dan tepat, (c) motivasi belajar terhadap siswa agar dapat dilakukan secara optimal, (d) pemilihan bahan dan alat yang digunakan harus tepat, (e) mempersiapkan bahan dan alat untuk percobaan dengan lengkap (cukup), (f) menyediakan waktu yang luang agar proses inkuiri terlaksana dengan optimal, (g) memberikan pemahaman hakikat sains kepada siswa tidak hanya dengan penjelasan verbal saja.

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

visipena

Publisher

Subject

Education

Description

Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is ...