Rekondisi adalah untuk memperbaiki alat yang telah mengalami keausan dan penurunan kinerja setelah dipakai dalam waktu tertentu agar kembali pada keadaan awal atau inisialnya. Getaran pada pompa akan terjadi jika komponen mengalami keausan dan pompa mengalami getaran yang tinggi cenderung mengkhawatirkan. Setelah direkondisi/diperbaiki maka menghasilkan getaran pompa yang wajar dan masuk dalam standar ISO Vibration 10816-3 dan dalam batas aman. Pada kajian bantalan pompa dan motor listrik dengan menggunakan hasil overall vibration ditemukan fenomena kerusakan bantalan diketahui setelah overhaul pompa. Bantalan yang mengalami kerusakan akan menghasilkan overall velocity yang tinggi. Kerusakan dapat dilihat pada kerusakan bantalan masing-masing elemen, getaran juga dapat diakibatkan oleh impeler dan wearing, inner pump volute yang sudah aus karena kavitasi pompa. Karakteristik pompa menurun karena kerusakan yang terjadi dan tingginya nilai overall vibration. Pada pompa dapat terjadi mechanical looseness, walaupun nilainya masih diambang batas. Dengan demikian getaran dapat dipergunakan sebagai alat pendeteksi adanya awal kerusakan pada komponen berputar khususnya pompa dan motor listrik. Prediksi mode getaran menggunakan Solidworks simulation untuk getaran pendekatan frekuensi terjadi pada mode 1, dimana frekuensi 23,261 Hz dengan amplitudo resonansi terbesar 0,6677 mm pada sisi luar impeler serta amplitudo resonansi terkecil sebesar 0,001364 mm.
Copyrights © 2016