Jurnal Kelautan Nasional
Vol 15, No 1 (2020): April

Analisa Tumpahan Crude Palm Oil (CPO) di Teluk Bayur Sumatera Barat, 28 September 2017

Herdiana Mutmainah (Research Institute of coastal resources and vulnerability, ministry of marine affairs and fisheries)
Ilham Ilham (Research Institute of coastal resources and vulnerability, ministry of marine affairs and fisheries)
Try Altanto (Research Institute of coastal resources and vulnerability, ministry of marine affairs and fisheries)
Hadi - (Research Institute of coastal resources and vulnerability, ministry of marine affairs and fisheries)
Rizki Anggoro Adi (Research Institute of coastal resources and vulnerability, ministry of marine affairs and fisheries)



Article Info

Publish Date
16 Jun 2020

Abstract

Degradasi kualitas perairan dapat disebabkan oleh berbagai hal salah satunya tumpahan minyak. Walaupun merupakan minyak nabati, tumpahan Crude Palm Oil (CPO) atau minyak mentah kelapa sawit pada beberapa kasus di Indonesia menimbulkan degradasi kualitas air laut yang cukup signifikan dan berdampak buruk terhadap biota laut. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan peristiwa terjadinya tumpahan CPO di Teluk Bayur pada 28 September 2017 pkl. 09.30 WIB dan langkah-langkah yang dilakukan oleh seluruh pihak baik masyarakat, perusahaan dan beberapa instansi terkait dalam menangani tumpahan CPO serta menganalisa dampak tumpahan CPO terhadap perairan dan pulau-pulau kecil sekitarnya disertai alternatif solusi. Metode yang digunakan wawancara, survey literatur, dan survey primer berupa pengamatan sebaran tumpahan CPO dengan GPS dan drone; serta pengukuran kualitas air laut baik menggunakan alat WQC TOAA maupun pengukuran di laboratorium. Hasil analisa menunjukkan tumpahan Crude Palm Oil (CPO) di Teluk Bayur telah menyebabkan degradasi kualitas lingkungan perairan pada beberapa parameter seperti temperatur permukaan laut 30,5°C; pH: 5,7; DO: 0,55-3,89 mg/L; BOD: 0,39-0,48 mg/L; COD: 121-180 mg/L dan minyak lemak: 1,4-6,6 mg/L. Karakteristik CPO berwarna jingga seperti mentega, tekstur licin. CPO yang bercampur air laut dan pasir memiliki berat jenis 3,75 gr/cm3. Pada beberapa kasus, selain naiknya temperatur dan pH tetapi juga BOD, COD dan turbiditas serta menurunkan DO dan TDS. Tumpahan CPO berdampak negatif pada ekosistem dan biota laut seperti Mangrove, udang Windu, kepiting, coral dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena gumpalan dan lapisan CPO menutupi permukaan perairan sehingga mengganggu penetrasi sinar matahari dan proses respirasi dan fotosintesis tanaman laut. Diperlukan kewaspadaan dan mitigasi bencana tumpahan minyak untuk mengurangi resiko degradasi lingkungan. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengurangi kadar minyak atau tumpahan CPO seperti Oil Boom, Oil sponge, tanaman air Azolla folliculoid hingga bakteri tertentu jenis Bacillus dan Geobacillus.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jkn

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences Environmental Science

Description

Jurnal Kelautan Nasional (JKN) ISSN 1907-767X, e-ISSN 2615-4579 adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) adalah nomenklatur baru, sejak tahun 2017, untuk Pusat ...