Kemampuan penalaran matematis merupakan kemampuan yang sangat penting dimiliki siswa agar berprestasi dalam matematika. Penelitian ini merupakan kuasi eksprimen yang bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Pengajuan Soal dengan yang menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). Penelitian ini menggunakan posttest only control design dengan sampel penelitian untuk kelas eksperimen berjumlah 32 siswa yang menggunakan model pembelajaran problem posing dan kelas kontrol berjumlah 32 siswa yang menggunakan model pembelajaran tipe STAD. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu data kemampuan penalaran matematis siswa. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan uji t rumus separated varian. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa mean kemampuan penalaran matematis kelas eskperimen dan kontrol yaitu sebesar 66.69 dan 55.38. Berdasarkan hasil pada taraf signifikaansi sehingga H0 ditolak dan H1 diterima berarti kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran problem posing lebih baik dibandingkan siswa yang menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran problem posing sebaiknya diterapkan dalam pembelajaran di kelas untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematisnya.
Copyrights © 2019