Ahruf sabah dan qirt sabah merupakan dua bentuk disiplin ilmu terpenting dalam mengkaji dan memahami ayat-ayat suci Al-Quran. Latar belakang bangsa Arab yang terdiri dari beberapa suku dengan beberapa dialek (lahjah) memicul munculnya ahruf sabah ini untuk memudahkan umat Islam membaca dan mempelajari Al-Quran pada waktu itu yang pada mulanya hanya diperintahkan dalam satu huruf saja, sebagai bentuk kasih sayang Nabi terhadap umatnya, berusaha menjaga umatnya dari kesulitan dan memberikan kemudahan untuk memahami Al-Quran, sekaligus merupakan salah satu bentuk dari kemukjizatan Al-Quran. Adanya keberagaman dialek ini menjadi sebab lahirnya bermacam-macam qirah yang berkembang sampai sekarang dengan sanad yang disandarkan kepada Rasulullah, sehingga muncullah beberapa ulama qirah (qurr) yang bacaannya dijadikan pedoman dalam membaca Al-Quran sampai saat ini. Di antara ahli qirah tersebut adalah qirah Abu Amr, qirah Nafi, qirah Ashim, qirah Hamzah, qirah Al-Kisai, qirah Ibn Amir, dan qirah Ibn Katsir yang lebih dikenal dengan qirt sabah. Adanya berbagai versi qirah ini juga membawa pengaruh dalam menafsirkan dan mengistinbatkan hukum dalam Al-Quran.
Copyrights © 2020