Penyakit infeksi saat ini menjadi masalah yang cukup serius di negara berkembang. Penyakit infeksi dapat ditangani dengan penggunaan antibakteri. Bila penggunaan antibakteri tidak rasional akan menyebabkan resistensi antibiotik. Tanaman gandaria (Bouea macrophylla Griff) merupakan tanaman yang memiliki potensial sebagai antibakteri. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun gandaria (Bouea macrophylla Griff). Konsentrasi ekstrak etanol yang digunakan adalah 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 40%, 80% dan 100%. Uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji menunjukkan bahwa semua konsentrasi ekstrak etanol memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 40%, 80% dan 100% dengan masing-masing zona hambat adalah 10,70 mm, 10,83 mm, 11,13 mm, 11,34 mm, 11,40 mm, 14,97 mm, 16,03 mm, dan 16,07. Sedangkan untuk bakteri Escherichia coli, ekstrak etanol daun gandaria tidak memiliki zona hambat. Analisis data menggunakan one way ANOVA dan uji lanjut menggunakan uji Duncan Multiple Range Test memperoleh nilai signifikansi 0,000 (sig<0,05). Hal ini berarti secara statistik esktrak etanol daun gandaria berpengaruh terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus
Copyrights © 2020