Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020

Sociolingustics Approach: Impoliteness Strategy in Instagram Cyberbullying in @Lambe_Turah’s post of KPAI’s Case

Marisa Puteri Sekar Ayu Santosa (Program Studi Magister Linguistik Universitas Airlangga)



Article Info

Publish Date
03 Jul 2020

Abstract

Social media is used by most Indonesian people, it brings good and bad influence. One of the bad influences is cyberbullying. Cyberbullying that is found in Instagram is different from other social media. Instagram has become the source of hate campaign by the occurrence of gossip account. @Lambe_turah is one of the biggest gossip accounts in Indonesia. The posts in @Lambe_turah have triggered its followers to perform cyberbullying to the person in their post, in this research is about KPAI. The aim of this study is to investigate the comments which contain cyberbullying by using impoliteness strategy proposed by Culpeper (2005). This study uses qualitative approach. It is shown by the data collection method which is done by examining documents. The analysis of this study is done by interpreting the collected data. The result shows that negative impoliteness is the most common impoliteness strategy to be used in cyberbullying. The second impoliteness strategy that is used in cyberbullying is bald on record. From both of these strategies, it can be concluded that cyberbullying tend to attack the addressee directly by using various types of statements. Abstrak Media sosial digunakan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia, ini bisa membawa pengaruh baik dan buruk bagi penggunanya. Salah satu pengaruh buruknya adalah cyberbullying perundungan secara online). Cyberbullying yang ditemukan di Instagram berbeda dengan media sosial yang lain. Instagram menjadi sumber dari kampanye kebencian yang berasal dari akun gosip. @Lambe_turah adalah salah satu akun gosip terbesar di Indonesia. Unggahan di akun @Lambe_turah telah memicu para pengikutnya atau yang disebut followers untuk melakukan cyberbullying kepada orang yang ada pada unggahan terkait, dalam penelitian ini penulis menggunakan KPAI. Tujuan dari penelitian ini ada untuk menginvestigasi komen-komen yang mengandung cyberbullying dengan menggunakan strategi ketidaksopana yang digagas oleh Culpeper (2005). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, ini terlihat dari metode pengumpulan data yang dilakukan dengan meneliti dokumen. Analisis dari penelitian ini dilakukan dengan menginterpretasi data-data yang sudah didapat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tipe ketidaksopanan negatif adalah strategi ketidaksopanan yang paling sering digunakan pada cyberbullying, dan yang kedua adalah secara langsung. Dari teratas kedua yang digunakan dalam cyberbullying, bisa disimpulkan bahwa pelaku penindasan di media sosial lebih banyak melakukan penyerangan langsung dengan menggunakan berbagai macam tipe umpatan. Kata kunci: cyberbullying, sosiolinguistik, strategi ketidaksopanan

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

aksis

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Aksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a high-qualified open access Journal which is managed by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Indonesian Literature and Language Education), Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Jakarta and published by Lembaga ...