Di kota besar seperti DKI Jakarta, dibangun berbagai gedung bertingkat, dengan segala fasilitas pendukungnya. Disi lain, banyak pula perumahan kumuh yang sangat memprihatinkan. Sebanyak 2/3 penduduk di perkampungan kumuh itu adalah anak-anak termasuk anak remaja. Seringkali dilihat di tempat-tempat keramaian, di perempatan lampu merah atau pun di terminal, anak-anak maupun remaja melakukan aktivitas jalanan. Berbagai cara mereka lakukan untuk mendapatkan penghasilan, misalnya; mengamen, mengelap mobil, atau aktivitas lain yang pada intinya meminta belas kasihan orang untuk sekedar memberikan uang recehan. Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah angkatan kerja yang tidak terserap dunia kerja mengalami peningkatan. Kondisi ini berimplikasi pada semakin bertambah nya jumlah angka pengangguran, jumlah angka anak jalanan dan bertmbah tingginya tingkat kriminalitas di berbagai kota di Indonesia. Melihat kondisi tersebut, maka dunia pendidikan harus mampu berperan aktif menyusun strategi penanggulangan melalui strategi pengembangan kemampuan hidup (life skill).Salah satu jalur pendidikan adalah Pendidikan Luar Sekolah. Metodelogi pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan pemberian teori dan praktek langsung. Hasil pelatihan menunjukan bahwa pengetahuan, sikap dan keterampilan yang ditampilkan peserta pada saat pos test, berbeda dengan hasil pre-test. Hal ini berarti bahwa pelatihan daur ulang kertas ini mampu menjadikan peserta trampil mempraktekan seni daur ulang kertas, dibandingkan sebelumnya yang tidak mengetahui apa-apa mengenai daur ulang kertas bahkan menganggap bahwa kertas bekas itu barang yang menyempitkan ruangan,menimbulkan udara kotor serta menjadi penyebab timbulnya penyakit.Setelah pelatihan, mereka mampu menunjukan bahwa hasil daur ulang kertas itu dapat membuka peluang usaha bagi mereka, mampu menjadikan mereka mandiri dan secara bertahap dapat menambah penghasilan mereka.
Copyrights © 2014