Ampas tahu adalah limbah industri pembuatan tahu yang dapat digunakan sebagai bahan pakan. Namun pemanfaatan ampas tahu masih rendah, karena serat kasar yang tinggi, kecernaan yang rendah, asam amino yang rendah dan memiliki sifat yang cepat basi dan berbau. Penelitian ini bertujuan menentukan dosis dan periode inkubasi mikroorganisme mix. yang tepat dalam menghidrolisis bungkil tahu. Penelitian didesain menggunakan pola faktorial dalam rancangan acak lengkap dengan 2 faktor, yaitu dosis mikroorganisme mix. (10, 15 dan 20 mL/100 g tepung ampas tahu) dan periode fermentasi (3, 6 dan 9 hari) pada suhu ruang. Hasil analisis ragam menunjukkan dosis mikroorganisme mix. tepung ampas tahu berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kecernaan bahan organik, namun tidak berpengaruh terhadap kecernaan bahan kering, sedangkan periode inkubasi berpengaruh nyata terhadap kecernaan bahan kering, namun tidak berpengaruh terhadap bahan organik. Kecernaan nilai tertinggi yang dihasilkan pada periode fermentasi 6 hari (55,65 ± 0,30%) dan terendah pada periode fermentasi 3 hari (51,59 ± 0,85%). sedangkan nilai tertinggi yang dihasilkan pada dosis mikroorganisme mix. 6 mL (54,23 ± 0,42%) dan terendah pada dosis mikroorganisme mix. 3 mL (50,3 ± 0,45%).
Copyrights © 2020