Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan agregat tulang sapi sebagai agregat terhadap kuat tekan beton. Tulang sapi yang digunakan dalam persentase terhadap jumlah agregat kasar (kerikil). Selain itu, digunakan beton normal yang sesuai dengan job mix design untuk benda uji beton normal. Sebelum membuat benda uji, dilakukan perencanaan campuran (mix design) beton, bila nilai tes slump memenuhi rencana maka beton segar tersebut digunakan untuk pembuatan benda uji. Pembuatan benda uji dilakukan dengan mencampur bahan pengikat (semen), agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil dan tulang sapi), dan air. Benda uji dibuat dengan menggunakan cetakan dan dilakukan perawatan. Tes tekan direncanakan pada umur beton 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Benda uji dites tekan dengan menggunakan mesin tekan, selanjutnya hasil nilai beban maksimum dicatat dan dianalisis regresi. Untuk mendapatkan nilai kuat tekan (Fc’) menggunakan persamaan kuat tekan beton dengan membandingkan nilai beban (P) terhadap luas permukaan (A). Hasil pengujian pada masing-masing pasangan data diplot ke dalam grafik persamaan. Variabel bebas (x) pada penelitian ini adalah persentase tulang sapi yang digunakan (%) dan variabel terikat (y) adalah kuat tekan beton (KN atau kg/cm2). Dengan melakukan analisis regresi, maka didapat persamaan hubungan antara persentase tulang sapi yang digunakan terhadap kuat tekan beton dengan bentuk y = f(x). Dari analisis regresi, dicari nilai r pada persamaan tersebut untuk mengetahui kuatnya hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Copyrights © 2020