Berat konstruksi sipil dipengaruhi oleh berat jenis beton. Berat jenis beton diatasi dengan menggunakan material yang ringan, sehingga dihasilkan beton ringan. Beton ringan juga salah satu pilihan untuk mengurangi berat bangunan.Salah satu material yang ringan yaitu batu apung. Campuran yang akan dilakukan mengacu pada faktor air semen 0,53. Pada saat pembuatan benda uji, maka banyaknya subtitusi batu apung yang akan dicampur dengan berbagai variasi persentase yaitu 0%, 30%, 50% dan 100%. Masing-masing persentase pembuatan benda uji dibuat sebanyak 5 buah.Dari data kuat tekan, beton yang disubtitusi batu apung 30% dan 50% yang mengalami pengujian memenuhi syarat minimal untuk kuat tekan beton ringan pada pemakaian struktur ringan, dimana penggunaanya sebagai dinding pemikul beban. Data kepustakaan mensyaratkan kuat tekan beton ringan untuk struktur ringan adalah 7 s/d 17 Mpa. Data pengujian didapat 10.7 Mpa untuk subtitusi batu apung 30% dan untuk subtitusi batu apung 50% didapat 7.96 Mpa. Sedangkan beton subtitusi batu apung 100% diperoleh nilai kuat tekan 5.4 Mpa.Namun rongga-rongga yang menyebabkan turunnya kuat tekan malah menyebab beton subtitusi batu apung menjadi lebih ringan dibandingkan dengan beton normal. Perbandingan hasil pengujian dibandingkan dengan referensi dari sisi berat jenis beton ringan maka beton subtitusi batu apung 50% dan 100% yang telah diuji memenuhi persyaratan sebagai beton ringan untuk struktur ringan yaitu 1404 dan 864 kg/m³ dimana kisaran beton ringan sesuai referensi adalah 800 – 1400 kg/m³.
Copyrights © 2020