Salah satu yang mempengaruhi kuat tekan beton adalah porositas. Porositas yang besar menyebabakan kuat tekan kecil, sebaliknya porositas yang kecil kuat tekannya semakin besar. Besar dan kecilnya porositas dipengaruhi nilai FAS pada saat mix desing. Nilai FAS yang tinggi menyebabkan porositas besar dan sebaliknya nilai FAS rendah porositas kecil. Berdasarkan kenyataan tersebut, kita akan menggunakan nilai FAS yang rendah pada adukan beton tetapi pemadatannya tidak maksimal dan menyebabkan beton menjadi keropos sehingga menurunnya kuat tekan beton. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui workabilitas dan nilai slump beton dengan pemanfaatan sikament dan perbandingan kekuatan tekan awal dan akhir beton dengan pemanfaatan sikament tersebut. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Teknologi dan Bahan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Almuslim Peusangan. Penelitian ini menggunakan bahan aditive sikament-NN sebagai bahan tambah yang manfaatnya berguna mempercepat pengerasan, mereduksi kebutuhan air, meningkatkan workability, meningkatkan nilai slump, meningkatkan kekuatan awal dan kekuatan akhir tinggi. Penelitian ini menggunakan benda uji kubus dengan FAS 0,45. Total benda uji 30 buah, 15 buah untuk beton normal, 15 buah untuk beton+sikament-NN. Penambahan bahan tambah sikament-NN untuk masing-masing benda uji sebesar 2% dari berat semen, pegujian kuat tekan beton dilaksanakan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil pengujian slump beton normal sebesar 8 cm dan beton +sikament-NN sebesar 24 cm atau meningkat (200%) dari beton normal. Nilai kuat tekan beton sikament NN (BSN) untuk setiap variasi umur meningkat secara signifikan sebesar 27.885 MPa, 30.044 MPa, 33.235 MPa, dan 36.717 MPa atau meningkat (20.30% , 9.92% , dan 9.65%%) dari beton normal. Terlihat bahwa sikament-NN bisa meningkatkan workability dan kekuatan awal dan akhir yang tinggi.