Latar belakang : lesi radiolusen pada rahang dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Lesi ini dapat mewakili variasi anatomi atau merupakan proses lesi inflamasi, jinak hingga ganas. Kista radikular adalah jenis kista odontogenik yang paling umum di rahang, seringkali tidak menunjukkan adanya gejala kecuali terjadi infeksi sekunder. Kista radikular cenderung bertumbuh lambat, namun tergantung pada ukuran lesi dan hubungannya dengan jaringan sekitar. Kista radikular dapat menyebabkan mobilitas gigi, resorpsi akar, perpindahan gigi hingga parestesia. Parestesia terjadi sebagai akibat dari tekanan lokal yang disebabkan oleh patologi periapikal dan berbagai lesi intraosseous mandibula pada jaringan saraf. Laporan kasus ini menginterpretasikan gambaran kista radikular yang mengakibatkan parestesia kanalis mandibula inferior pada radiograf panoramik dan gambaran lesi radiolusen lainnya. Laporan kasus : seorang pasien laki-laki berusia 32 tahun datang ke Instalasi Radiologi Kedokteran Gigi RSGM Unpad dengan membawa surat rujukan untuk dilakukan pemeriksaan radiograf panoramik. Pada pemeriksaan ekstra oral pasien menunjukkan tidak adanya asimetris wajah. Palpasi menunjukkan adanya krepitasi. Tidak ada kelainan kelenjar getah bening. Pemeriksaan intra oral tampak kavitas di oklusal gigi 47, bengkak, gigi 46 missing, mukosa regio 47 tampak normal sama dengan tampilan mukosa sekitar. Pada sisi yang bersangkutan pasien mengeluhkan adanya rasa baal. Suspek radiodiagnosis pada pemeriksaan radiograf panoramik adalah kista radikular. Kesimpulan : investigasi klinis dan radiografi diperlukan untuk menegakkan diagnosis yang tepat serta memungkinkan dokter mencapai perawatan yang lebih konservatif untuk menyelamatkan integritas baik jaringan lunak dan keras.
Copyrights © 2020