Salah satu ukuran performansi untuk menilai kecepatan pelayanan di IGD adalah waktu respon. Waktu respon adalah waktu antara pasien tiba di IGD hingga pasien ditangani oleh dokter IGD. Standar waktu respon berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 856 Tahun 2009 adalah maksimum 5 (lima) menit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah kebutuhan sumber daya manusia (dokter dan perawat) di IGD RSU HKBP Balige sehingga waktu respon terhadap pasien menjadi lebih cepat dan sesuai standar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Discrete Event Simulation. Tujuan penelitian dicapai dengan membuat sebuah model simulasi IGD RSU HKBP Balige menggunakan perangkat lunak simulasi Arena dan melakukan eksperimen terhadap model simulasi tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa waktu respon rata-rata di IGD RSU HKBP Balige dapat diturunkan dari 8,61 menit menjadi 4,14 menit, serta waktu respon maksimum dari 26,30 menit menjadi 14,09 menit dengan penambahan sumber daya manusia sebanyak 2 dokter dan 3 perawat per shift.Kata kunci : pemotong, produktivitas, singkong, Metode Rasional.
Copyrights © 2020