UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra
Vol 16, No 1 (2020): UNDAS

Wujud Pelanggaran Kesantunan Tuturan Manyambati dalam Bahasa Banjar

Rissari Yayuk (balai bahasa Kalimantan Selatan)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2020

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk memaparkan tuturan manyambati  dalam bahasa Banjar. Masalah yaitu bagaimana wujud pelanggaran kesantunan berbahasa  tuturan manyambati     dalam bahasa Banjar.Tujuan penelitian mendeskripsikan  wujud pelanggaran kesantunan berbahasa  tuturan manyambati     dalam bahasa Banjar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan tiga langkah kerja yaitu tahap penyedian data, analisis data, dan penyajian data.Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah teknik  rekam dan dokumentasi.Waktu pengambilan data dari bulan Januari 2019 s.d Maret 2019. Tempat dan sumber  data adalah tuturan masyarakat di Banjarmasin, Banjar baru, dan Martapura. Data berasal tuturan masyarakat Analisis data dilakukan berdasarkan teori tindak tutur Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dan teknik interpretatif. Hasil analisis data disajikan dengan kata-kata biasa. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa wujud pelanggaran kesantunan berbahasa  tuturan manyambati  dalam bahasa Banjar terdiri atas manyambati  dengan penyebutan kekurangan fisik, pekerjaan negatif, nama orang tua dan benda kotor.Keempat  maksud  tuturan manyambati  ini telah melakukan pengancaman muka kepada mitra tutur.Penutur telah melanggar prinsip kesantunan berbahasa.This study aims to present manyambati utterances in the Banjarese language. The problem is how does the form of violations of politeness utterance manyambati in Banjar language. The purpose of this study is to describe the form of violation of politeness utterance manyambati in Banjar language. It is a qualitative study using a descriptive method. This study uses three steps of work, they are providing data, analyzing data, and presenting data. The technique used in data collection is recording and documentation. The data are taken from January 2019 to March 2019. The place and source of data are taken from people who live in Banjarmasin, Banjarbaru, and Martapura. To analyze the data this study uses the speech act theory. This study uses a descriptive and interpretative technique. The result of data analysis is presented in common words. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the form of violations of politeness utterance manyambati in Banjar language consists of mentioning someone's physical deficiency, negative work, names of parents, and dirty objects. These four manyambati utterances have already threatened someone's dignity. The speaker has already violated the principal politeness language.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

undas

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Undas is a journal of language and literature research. First published by Balai Bahasa South Kalimantan since 2006. This journal is a research journal that publishes various research reports, both literature studies and field studies, linguistics and literature include structural linguistics, ...