Tujuan dari penelitian ini adalah menggali kearifan lokal dalam kesenian cekepung. Untuk menjawab permasalahan yang diajukan digunakan sejumlah teori diantaranya teori struktural fungsional, teori interaksi simbolik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan di Desa Budakeling. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan analilis kualitatif model interaktif dari hiberman. Dari hasil analisis data ditemukan bahwa keseian cekepung merupakan kesenian lokal di Karangasem. Keberadaan kesenian cekepung tidak terlepas dari sejarang kerajaan Karangasem. Kesenian cekepung merupakan hasil modifikasi dari kesenian sasakan dari lombok. Kesenian cekepung memiliki fungsi yang sangat strategis sebagai media penanaman rasa kebersamaan dan persatuan pada masyarakat Karangasem. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh dalam melestarikan kesenian cekepung salah satunya adalah mengembalikan fungsi cekepung dalam hidup bermasyarakat seperti menunjukkan kesenian cekepung di setiap kegiatan keagamaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesenian cekepung merupakan kesenian Lokal Masyarakat Karangasem dan keberadaanya perlu untuk direvitalisasi untuk kelestariannya.
Copyrights © 2014