Islam sebagai agama dan identitas kemelayuan masyarakat Jambi, sudah tumbuh dan berkmbang semenjak abad ke 15 M. Namun baru abad ke 17 Islam menunjukkan wujudnya dengan terbentuknya sistem kesultanan pada Kerajaan Jambi dan rajanya juga berubah gelar menjadi sultan. Begitu juga halnya dengan Islam di Dataran Tinggi Jambi yaitu Kerinci juga tak luput dari perkembangan Islam khususnya pengaruh dari Kesultanan Jambi. Tulisan ini bertujuan untuk melihat peran atau kontribusi Sultan Jambi dalam islamisasi di Kerinci, dengan menggunakan metode penelitian sejarah dan pendekatan filologi serta kodikolofi. Sehingga dapat diketahui bahwa banyaknya surat yang dikirim oleh pihak Kesultanan Jambi khussunya apada abad ke-18 M, tentang penguatan hukum syarak di Kerinci yakni meninggalan ajaran pra Islam dan menghubungkan hukum depati dengan hukum Islam.
Copyrights © 2020