Deki Syaputra ZE
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Batanghari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RITUS DAN MANUSKRIP: (Analisis Korelasi Naskah dengan Kenduri Sko di Kerinci) Deki Syaputra ZE
Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban Vol 13, No 2 (2019): Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2043.54 KB) | DOI: 10.15548/h.v13i2.1111

Abstract

Di Kerinci, naskah (manuskrip) adalah salah satu barang pusaka peninggalan leluhur masyarakat setempat yang telah disimpan ratusan tahun yang lalu. Umumnya, naskah tersebut disimpan besamaan dengan benda pusaka lainya seperti keris, pedang, tombak dll., dalam satu wadah yang berada di atas loteng (pagu) rumah seorang sesepuh adat di setiap luhah atau kerapatan adat di wilayah ini. Ketentuan ini, telah menjadi tradisi penyimpanan manuskrip di kerinci yang turun temurun semenjak ratusan tahun yang lalu. Naskah tersebut baru akan dikeluarkan lagi dari tempat penyimpanannya ketika akan dilaksanakan Kenduri Sko. Kenduri Sko merupakan perhelatan adat akbar yang diadakan sekali dalam 5 (lima) tahun di setiap daerah dalam wilayah Kerinci. Berbagai prosesi dan ritual yang diadakan dalam upacara Kenduri Sko tersebut yang intinya adalah penobatan depati ninik mamak. Akan tetapi, ada ritual khusus dan penting yang harus dilakukan sebelum penobatan tersebut yaitu penurunan dan pembersihan benda pusaka. Salah satu diantaranya adalah naskah, baik yang berbahan tanduk, bambu, gading gajah, kulut kayu dan ketas.  Ritual penurunan dan pembersihan dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi seperti sesajian (jamba) merupakan bentuk penghargaan masyarakat setempat terhadap mahakarya para pendahulunya. Prosesi penurunan harus dilakukan oleh para pemangku adat (depati dan ninik mamk) dengan ritual khusus. Perlakuan yang sama juga terjadi ketika pembersihan dilakukan, karena manuskrip tersebut khusunya yang berbahan bambu, tanduk dan gading dicuci dengan air limau tujuh macam serta untuk manuskrip yang berbahan kertas hanya di bersihkan saja. Selain itu, manuskrip-manuskrip tersebut juga tidak luput dari prosesi pengasapan dengan asap kemenyan yang dibakar.
SULTAN DAN ISLAM (PERAN KESULTANAN JAMBI DALAM ISLAMISASI DI KERINCI) Deki Syaputra ZE
Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban Vol 14, No 1 (2020): Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/h.v14i1.1376

Abstract

Islam sebagai agama dan identitas kemelayuan masyarakat Jambi, sudah tumbuh dan berkmbang semenjak abad ke 15 M. Namun baru abad ke 17 Islam menunjukkan wujudnya dengan terbentuknya sistem kesultanan pada Kerajaan Jambi dan rajanya juga berubah gelar menjadi sultan. Begitu juga halnya dengan Islam di Dataran Tinggi Jambi yaitu Kerinci juga tak luput dari perkembangan Islam khususnya pengaruh dari Kesultanan Jambi. Tulisan ini bertujuan untuk melihat peran atau kontribusi Sultan Jambi dalam islamisasi di Kerinci, dengan menggunakan metode penelitian sejarah dan pendekatan filologi serta kodikolofi. Sehingga dapat diketahui bahwa banyaknya surat yang dikirim oleh pihak Kesultanan Jambi khussunya apada abad ke-18 M, tentang penguatan hukum syarak di Kerinci yakni meninggalan ajaran pra Islam dan menghubungkan hukum depati dengan hukum Islam.