Pengunduran diri Mahathir Muhammad dari jabatan Perdana Menteri Malaysia pada Februari 2020 menyulut kembali api lama perseteruannya dengan Anwar Ibrahim. Setelah mengalami masa “gencatan senjata” selama 2 tahun akhirnya babak baru pertempuran keduanya pun terbuka. Seakan keduanya telah ditakdirkan untuk saling berseberangan mengingat panjangnya sejarah pertempuran politik diantara keduanya. Namun tidak seperti pertempuran-pertempuran sebelumnya, pertempuran kali ini berakibat kerugian bagi keduanya. Hadirnya variable baru berupa Muhyidin Yasin mengakibatkan tak satupun tujuan diantara keduanya yang tercapai. Keduanya saling mengklaim bahwa mereka dikhianati, Anwar merasa dikhianati oleh Mahathir sedangkan Mahathir menyatakan bahwa ia telah dikhianati oleh Muhyidin Yasin. Drama pengkhianatan ini seharusnya tidak terjadi mengingat ketiganya berasal dan berjuang dibawah paying yang sama pada Pemilu 2018 lalu yaitu dibawah koalisi Pakatan Harapan.
Copyrights © 2020