Remaja sangat ingin diterima dan dipandang sebagai anggota kelompok teman sebaya, baik di sekolah maupun di luar sekolah, oleh karenanya mereka cenderung bertingkah laku seperti kelompok teman sebayanya. Berdasarkan kenyataan di lapangan yang diperoleh dari hasil wawancara dengan guru pembimbing dan observasi awal dapat diperoleh informasi bahwa di SMP Negeri 26 Surabaya terdapat siswa-siswa yang dapat menjalin hubungan sosial dengan baik dan ada siswa yang kurang dapat menjalin hubungan sosial dengan baik. Penelitian ini termasuk penelitian dengan desain pre-eksperiment yaitu penelitian ini belum memenuhi persyaratan seperti cara eksperimen yang dikatakan ilmiah mengikuti peraturan-peraturan tertentu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 26 Surabaya dan dengan teknik sampel purposive diambil 38 siswa yaitu kelas VIII A SMP Negeri 26 Surabaya yang memiliki kemampuan hubungan sosial rendah namun hal ini tidak menjadi suatu permasalahan yang fatal sehingga dapat ditangani menggunakan layanan bimbingan kelompok. Tingkat hubungan sosial antar teman sebaya siswa sebelum mendapatkan layanan bimbingan kelompok (treatment) tergolong dalam kategori tinggi atau baik. Tingkat hubungan sosial antar teman sebaya siswa setelah mendapat layanan bimbingan kelompok tergolong dalam kategori sangat tinggi atau sangat baik. Berdasarkan uji wilcoxon bahwa kondisi apost test terdapat peningkatan hubungan sosial antar teman sebaya setelah diberikan layanan bimbingan kelompok. Sehingga hubungan sosial antar teman sebaya dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok
Copyrights © 2020