Upacara adat merupakan sesuatu yang kerap ditemui dalam masyarakat adat di Indonesia yang mengindikasikan keluhuran nilai-nilai yang mereka yakini.Artikel ini merupakan deskripsi tentang Upacara Adat Ngalaksa yang dipraktikkan oleh masyarakat adat Rancakalong di Jawa Barat.Artikel ini berargumen bahwa Upacara Adat Ngalaksa bukan semata-mata rangkaian ritual yang menjadi rutinitas sebuah komunitas dalam masyarakat adat Rancakalong, tetapi juga dapat dilihat sebagai salah satu bentuk narasi sejarah tentang suatu peristiwa yang berhubungan dengan komunitas tersebut. Dengan menggunakan metode etnografi, artikel ini menguraikan bahwa bagi masyarakat Rancakalong Upacara Adat Ngalaksa merupakan narasi sejarah atas peristiwa pada masa lampau sekaligus imajinasi tentang masa depan. Oleh sebab itu dapat diidentifikasi tiga bentuk narasi sejarah dalam Upacara Adat Ngalaksa, yakni, repetisi (pengulangan) melalui prosesi membuat orok-orokan (boneka bayi) yang merupakan gambaran peristiwa ketika leluhur mereka begitu menyesal karena keputusan mereka menggantikan padi dengan hanjeli telah berujung pada kematian seorang anak di lumbung dimana mereka menyimpan hanjeli; amplifikasi yang terlihat melalui senandung yang bercerita tentang peristiwa dan asal mula adat ini, dan elaborasi, yang yakni melalui upaya penyesuaian dengan nilai-nilai masyarakat modern sehingga upacara ini tidak lagi sepenuhnya sama dengan pertama kali dilakukan.
Copyrights © 2020