Daun kapur (Harmsipanax aculeatus Harms) merupakan tanaman tradisoanal dari Maluku yang digunakan secara turun temurun untuk mengobati malaria. Secara ilmiah, ekstrak daun kapur telah diujikan aktivitas antiplasmodium secara in vivo dan in vitro. Ekstrak metanol daun kapur secara in vivo maupun in vitro telah terbukti memiliki aktivitas antiplasmodium sehingga berpotensi dikembangkan untuk mencari senyawa aktif antimalaria. Ekstrak metanol daun kapur telah dipisahkan lebih lanjut dengan vacuum liquid chromatography dan dimonitoring dengan thin layer chromatography sehingga diperoleh 12 fraksi. Fraksi 12 ekstrak metanol larut dalam metanol. Namun aktivitas sebagai antiplasmodium belum pernah dilaporkan. Penelitian ini menjelaskan tentang aktivitas antiplasmodium FG12 ekstrak metanol. Uji aktivitas antiplasmodium dilakukan secara in vitro dan persentase penghambatan parasitemia yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis regresi probit menggunakan SPSS sehingga dapat diperoleh nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 FG12 sebesar 3,88 µg/mL. Nilai IC50 ini menunjukkan bahwa FG12 ekstrak metanol daun kapur memiliki aktivitas antiplasmodium paling baik dan berpotensi dikembangkan untuk mencari dan menemukan senyawa aktif antimalaria dari daun kapur.
Copyrights © 2018